11 Minggu Lockdown Karena Covid-19, Kini Kota Wuhan Mulai Beraktivitas

0
59

Ket.gbr: situasi di  kota Wuhan (foto: Aljazeera.com)

Wuhan, ROC — Pasca ditutup total selama kurang lebih 11 pekan akibat persebaran Virus Corona atau Covid-19, kota Wuhan di China bagian tengah berangsur pulih dan perlahan mulai dibuka kembali.

Warga yang semula tidak bisa keluar atau masuk wilayah kota, saat ini sudah dibolehkan untuk melakukan aktivitas lagi. Mereka boleh meninggalkan atau memasuki Wuhan dengan catatan memegang kode QR yang menunjukkan bahwa mereka ada dalam kondisi yang sehat dan tidak memiliki kontak dengan orang yang positif Covid-19.

Dilansir dari SCMP, Rabu (8/4/2020), transportasi umum di kota tersebut, yang sebelumnya tidak dioperasikan pun saat ini sudah mulai beroperasi dan kembali melayani mobilitas masyarakat kota berpenduduk 11 juta orang itu.

Kereta api, bus, dan pesawat sudah mengangkut ribuan penumpang Wuhan yang hendak beraktivitas dan menuju ke tempat lain.

Jalan tol, jembatan, kapal-kapal ferry, dan terowongan sudah kembali dibuka, termasuk penutup jalan yang selama ini terpasang, kini sudah disingkirkan.

Sementara itu, masyarakat kalangan petani dan pedagang yang sudah lama tidak memiliki penghasilan pun sudah memulai kembali kegiatannya.

Namun, meskipun lockdown sudah resmi dibuka masih ada masyarakat Wuhan yang khawatir dan belum merasa aman untuk pergi keluar rumah.

Salah satunya dialami oleh Zhang Jinyu (58) seorang guru yang mengajar di sekolah dekat dengan Huanan Seafood Wholesale Market. Pasar ikan basah yang menjadi awal lokasi virus corona terdeteksi menginfeksi manusia.

Zhang mengaku masih khawatir dengan keberadaan penderita Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala. Di kawasan tempat ia tinggal, penjagaan dan pembatasan masih cukup ketat.

Menurutnya, dalam satu hari hanya ada satu orang yang diperbolehkan untuk pergi keluar, itu pun hanya satu kali kesempatan saja.

“Kami sangat bosan di rumah, tapi kami sepenuhnya memahamii dan akan kooperatif. Saya hanya berharap persebaran virus ini bisa segera berlalu secepat mungkin sehingga kami bisa kembali bergerak bebas,” ujarnya.

Kota Wuhan yang berangsur pulih tersebut juga ditandai dengan situasi pada Rabu pagi kemarin (8/4/2020), kemacetan yang tidak terlihat sejak akhir Januari lalu kembali terlihat di persimpangan dekat Stasiun Kereta Wuhan. Para penumpang masih terlihat membentengi diri dari risiko virus yang mungkin saja masih terjadi.

Mereka menutup tubuh dengan topi, kacamata google, sarung tangan, bahkan baju perlindungan penuh saat menuju pintu masuk stasiun dan membentuk barisan panjang pada pukul 08.00 waktu setempat.

Jumlah penumpang itu bahkan disebut lebih banyak dibanding saat penutupan belum diberlakukan pada 23 Januari lalu.

Di tempat tersebut, melalui pengeras suara, petugas terus menginformasikan para penumpang untuk mengenakan masker dan tetap menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya.

Sebelum diizinkan untuk masuk ke area dalam, suhu tubuh penumpang akan dicek oleh petugas berjaket kuning dan merah, mereka juga diminta menunjukkan kode QR dan identitas diri.

Salah seorang petugas stasiun menyebut banyaknya penumpang yang memenuhi stasiun hari ini mengingatkannya pada musim liburan nasional.

“Kami hanya melihat pemandangan seperti ini saat musim liburan, seperti Hari Buruh,” ujarnya.

Zhang Zhenguo (28), seorang warga yang bekerja di perusahaan konstruksi mengaku sangat senang akhirnya bisa kembali pergi ke Xuzhou, Provinsi Jiangsu untuk bekerja setelah lama terkungkung di Wuhan.

“Saya lega melihat negara kita masih sama dan orang-orang aman juga sehat,” kata Zhang.(red)