177 Korban Demo 22 Mei Jalani Perawatan di RS Budi Kemuliaan

0
73

Sebanyak 177 orang mendapat penanganan medis Rumah Sakit Budi Kemuliaan akibat kerusuhan demo 22 Mei. Tiga di antara mereka mengalami luka serius dan mendapat rujukan ke tempat lain.

“Tidak ada yang rawat inap, ada tiga korban serius, tapi telah dirujuk ke rumah sakit lain, seperti RS Tarakan dan RSCM,” ujar Direktur Pelayanan Medis RS Budi Kemuliaan Muhammad Rifky di Jakarta, Kamis (23/5).

Rifky menyebutkan, dari tiga korban tersebut, satu mengalami luka di bagian mata sebelah kanan akibat benda tumpul. Selain itu mendapat luka serius di bagian mata akibat gas air mata. Keduanya telah dirujuk ke RSCM. Sedangkan satu korban lainnya dirujuk ke RS Tarakan akibat luka di kaki akibat peluru karet.

Pihaknya menjamin biaya pengobatan korban dari aksi demo 22 Mei ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kita sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan sudah ada juga surat edarannya bahwa kalau ada pasien yang punya BPJS pakai BPJS, kalau tidak punya pakai dana pemprov,” ujarnya. Seperti diberitakan Antara.

Pihak RS Budi Kemuliaan menyiagakan sekitar 30 tenaga medis sebagai antisipasi. Namun, Rifki berharap situasi ke depannya lekas kondusif.

Sementara itu, suasana jalan di RS Budi Kemuliaan pada Kamis dini hari, yakni Jalan Abdul Muis dan Jalan Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, terpantau sepi, setelah sebelumnya sejumlah mobil ambulans hilir mudik membawa korban aksi demo 22 Mei.

Di sekitar kawasan itu hanya beberapa kendaraan bermotor yang melintas. Tidak ada terdapat aparat kepolisian dan TNI berjaga di sekitar RS Budi Kemuliaan.

“Tidak ada konsentrasi massa di sekitar RS Budi Kemuliaan,” ujar salah satu petugas keamanan Rumah Sakit Budi Kemuliaan.

Sementara itu, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) hingga dini hari ini tercatat sudah menampung 24 korban bentrokan di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Pusat.

Salah satu dari 24 korban tersebut adalah seorang wanita yang juga menderita sesak napas akibat gas air mata dan ada satu korban yang menderita luka di bagian kepala.

Beberapa korban bentrokan bahkan harus dibawa ke ruang dekontaminasi agar tidak membawa residu gas air mata ke dalam ruang IGD. Sebagai antisipasi, pihak RSCM juga menyediakan sebuah tenda khusus untuk merawat korban bentrokan.

Sedangkan untuk data korban bentrok antara massa dan aparat yang dipasang di depan ruang instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Tarakan, tercatat sudah mencapai 165 orang.

 

 

Sumber : merdeka.com