4 Hal yang Bikin TNI AD Yakin Loloskan Enzo ke Akademi Militer

0
53

Enzo Zenz Allie remaja keturunan Prancis-Indonesia berhasil lolos sebagai taruna akademi militer. Enzo memiliki cita-cita ingin menjadi pasukan elite Kopassus.

Lolosnya Enzo menjadi sorotan, lantaran status kewarganegaraan Enzo dipertanyakan dan diduga terpapar radikalisme. TNI tak tinggal diam, langsung memberikan pembelaan untuk Enzo dan menyakini jika Enzo tidak terpapar paham radikalisme.

Berikut ini yang membuat TNI yakin Enzo tetap dipertahankan menjadi taruna:1 dari 4 halaman

Panglima TNI Pastikan Enzo WNI

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan bahwa pemuda blasteran Prancis bernama Enzo Zenz Ellie, yang masuk akademi militer (Akmil) adalah Warga Negara Indonesia. Dia menegaskan, WNI adalah syarat mutlak jika ingin menjadi taruna Akmil.

“Ya dari persyaratan saja masuk ke daftar militer harus WNI, kita berbicara masalah persyaratan,” ujar Hadi Tjahjanto.

Menurut dia, Enzo pernah mengenyam pendidikan di Prancis hingga Sekolah Dasar. Namun, setelah sang ayah meninggal, Enzo lalu tinggal bersama ibunya di Jakarta. “Ibunya Jakarta, sama ibunya dimasukkan ke Ponpes, dia sekolah SMP hingga SMA,” kata Hadi.

Hadi mengatakan, Enzo lolos masuk Akmil lantaran telah memenuhi syarat baik secara fisik ataupun psikologis. Dia juga melihat cukup potensial menjadi taruna Akmil.

“Dilihat dari seleksinya memenuhi syarat vital itu pull up-nya, larinya, yah itu dihitung semua secara fisik kemudian psikologinya semuanya memenuhi syarat,” kata Panglima TNI.2 dari 4 halaman

Enzo Tak Terpapar Radikalisme

Isu beredar bahwa Enzo Zenz Allie sudah terpapar radikalisme. Isu itu muncul setelah sebuah foto diduga Enzo di akun Facebook Salman Faris.

“Penasaran dengan sosok Enzo Ellie. Remaja blasteran Indonesia-Prancis yang viral karena lolos jadi anggota TNI. Iseng nyari akun FB-nya, wah ngeri-ngeri sedap juga rupanya. Anak ini bersama ibunya yang bernama Hadiati Basjuni Ellie terindikasi kuat sebagai simpatisan HTI. Pendukung khilafah dan anti pemerintah. Kalau ayahnya sendiri yang berkebangsaan Perancis, menurut informasi telah wafat. Bukan apa-apa, sekedar kewaspadaan saja. Jangan sampai TNI memelihara anak ular,” seperti itulah tulisan yang diunggah Salman.

Mendengar isu soal Enzo yang terpapar radikalisme, pihak TNI pun menanggapi. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi menyampaikan, pihaknya sudah sangat selektif dalam menyaring para taruna Akmil.

“Tidak (radikal). Kita kan ada sistem seleksi yang berbeda dengan seleksi orang mau kerja shift siang, shift malam. Ini untuk megang senjata dia. Jadi sudah selektif,” tutur Sisriadi.

Menurutnya, TNI memiliki sistem seleksi mental ideologi. Mulai dari tes tertulis, wawancara, hingga penelusuran media sosial milik calon taruna akmil.

“Jadi itu sudah kita lakukan semua. Kalau masalah terpapar itu banyak orang terpapar. Mungkin mereka memberikan pendapat-pendapat tentang apa gitu,” jelas Sisriadi.3 dari 4 halaman

TNI AD Tetap Pertahankan Enzo Zenz

Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan, pihaknya tetap mempertahankan Enzo Zenz Allie sebagai taruna akademi militer.

“Kami sudah valid dan kami mengambil alat ukur alternatif yang cukup valid dan akurasinya sudah teruji selama 8 tahun, hasilnya dari index moderasi bernegara kami, Enzo memiliki nilai 84 persen atau 5,9 dari maksimum 7 jadi indeks moderasi bernegaranya bagus,” jelas Kasad Andika di Mabes AD, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).

“Jadi TNI AD tetap mempertahankan Enzo Zenz Allie,” kata Andika dalam pernyataan persnya.4 dari 4 halaman

Remaja Berprestasi

Enzo adalah remaja yang banjir akan prestasi. Masa kecil Enzo, sekolah dasar di Prancis dan mulai sekolah di Indonesia sejak SMP dan sempat sekolah Pesantren Serang. Selain itu menguasai bahasa Prancis, Enzo juga menguasai bahasa Inggris.

Menurut sang Ibu, Siti Hajar Tilaria, Enzo kecil sengat senang menggunakan baju tentara dan Enzo sangat senang berfoto dengan anggota Kopassus saat HUT TNI di Serang.

“Menjadi prajurit TNI, merupakan cita-citanya semenjak kecil. Enzo memacu diri mewujudkan cita-citanya dengan cara mengejar prestasi, diantaranya menjadi juara kedua lomba lari jarak 50 meter di Popda serta juara l lari jarak 400 m dan 800 m di Kejurkab,” kata Siti Hajar Tilaria seperti dikutip dari situs TNI AD.

Sumber : Merdeka.com