Monday, August 2, 2021
Home Nasional Laporan Khusus 43 Orang diamankan polisi di Semarang diduga terkait aliran sesat

43 Orang diamankan polisi di Semarang diduga terkait aliran sesat

43 orang dari 11 keluarga diamankan aparat Polsek Pedurungan Semarang, Rabu (14/2) malam. Mereka diduga tergabung dalam kelompok penyimpangan kepercayaan.

Kapolsek Pedurungan Kompol Mulyadi mengatakan, 43 orang tersebut terdiri dari orang tua dan anak-anak dengan berbagai latar belakang. Ada bayi berumur dua bulan hingga anggota Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Surabaya.

“Mereka ini berkumpul di rumah nomor 7 RT 1 RW 11 Palebon, Pedurungan Kota Semarang,” kata Kompol Mulyadi.

Dia mengatakan, karena ada anggota Pomal maka langsung dibawa ke kesatuannya. “Kami membantu pengamanan rekan-rekan Pomal karena mereka mengirim surat kepada Polrestabes Semarang untuk mengambil atau mengamankan salah satu anggotanya terkait keterlibatannya dalam kelompok ini,” ujarnya.

Mulyadi mengungkapkan ada beberapa warga yang melapor ke polisi karena khawatir anggota keluarganya terlibat kegiatan mencurigakan. Sebab, setelah ikut kelompok tersebut, menjadi sangat sulit ditemui dan rumahnya selalu tertutup.

“Dari kesaksian warga, beberapa bulan terakhir rumah itu selalu tertutup bahkan orang-orang yang berada di dalam rumah itu sangat jarang keluar,” ungkapnya.

Keresahan warga, lanjutnya, karena perkumpulan tersebut sangat tertutup dan tidak berizin. Bahkan, kesaksian warga mengatakan anak-anak tidak diperbolehkan sekolah dan para dewasa tidak terlihat pergi bekerja, hanya berada di dalam rumah.

Pemilik rumah tersebut, Andi Rodiyono (63), pun diperiksa polisi. Dia menegaskan kelompoknya hanya melakukan diskusi dan tidak terkait dengan agama maupun kepercayaan tertentu.

“Tidak ada apa-apa. Kami cuma berkumpul dan berdiskusi saja membahas soal kehidupan,” ujarnya.

Kelompoknya merencanakan akan berada di rumah selama satu tahun. Setelah satu tahun, baru akan berinteraksi dengan dunia luar. Namun dia tidak menjelaskan kegiatan dan tujuan kelompoknya mengurung diri di rumah.

“Di situ kita bukan masalah agama. Bebas. Kami mulai tutup gerbang, tidak interaksi dengan dunia luar sudah tiga bulan. Makanan sudah disiapkan semua di dalam,” kata dia. [gil]

 

 

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/43-orang-diamankan-polisi-di-semarang-diduga-terkait-aliran-sesat.html

Most Popular

Recent Comments