Ada nuansa Eropa di Wonderful Huta Toba

0
462

Anda punya mimpi liburan ke Eropa? Makan siang ditemani udara dingin dan segelas wine? Kuliner yang enak? Cobalah datang ke Tapanuli Utara. Di sana, Anda bisa menemukan nuansa Eropa di sekitaran Toba.

“Nggak usah jauh-jauh ke Eropa. Di Siborong Borong, Tapanuli Utara ada nuansa Eropa juga kok, hanya 20 menit dari Bandara Internasional Silangit . Tim Wonderful Huta Toba yang sedang menyiapkan paket wisata 4 hari 3 malam sempat merasakan sensasi ini,” terang Dadang Rizki Ratman, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar.

Nuansa Eropa itu bisa ditemukan di Piltik Homestay ,sebuah Rumah Cafe & Penginapan. Arsitektur bangunannya terbuat dari kayu dan batu bata. Warnanya putih. Sekilas, bangunannya mirip dengan arsitektur Eropa.

Piltik Homestay 2018 

Spot fotonya? Sangat banyak. Dengan latar belakang persawahan ,mau diarahkan kemanapun, semuanya terlihat oke. Semua lini bisa cantik di kamera.

“Udaranya juga dingin. Sekitar 19-20 derajat Celcius saat siang hari. Ini Huta Toba rasa Eropa,” timpal Lokot Ahmad Enda, Asdep Pengembangan Destinasi Regional I Kemenpar.

Aktivitas yang bisa dilakukan juga sangat banyak. Bisa main gitar. Nge-wine citarasa lokal. Trekking keliling Piltik. Menyeruput kopi. Mencicipi mie gomak. Semua bisa ditemukan di Piltik Homestay .

Rasanya? Dijamin bikin ketagihan. Makanan yang disuguhkan sudah dimodifikasi agar cocok di lidah wisatawan dan pengunjung . Kuncinya ada pada bahan bumbu bernama andaliman.

Wujud andaliman mirip merica. Rasanya pun tak jauh beda. Hanya, andaliman lebih getir dan kuat meski tidak sepedas cabai. Bumbu andaliman kerap digunakan untuk menaburi hampir semua makanan di Sumatera Utara sehingga sering disebut merica Batak. “Ini Eropean style, Batak taste,” timpal owner Piltik Homestay, Edward Tigor Siahaan.

Piltik Homestay 2018 

Menpar Arief Yahya yang pernah merasakan sensasi kulineran di Piltik Homestay pun serasa kembali diajak bernostalgia. Ada rasa rindu akan rasa khas masakan Batak. Itulah mengapa, kuliner dimasukkan dalam kategori karya budaya, cultural value, bersama shopping and fashion, heritage dan seni. Kuliner itu dibuat secara turun temurun. Komposisi bumbu, lama menanak, besaran api, alat masak, sampai derajat kematangan, itu diatur dengan rasa, tidak cukup dengan pikiran di otak kiri, jelas Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Anda boleh penasaran, juga boleh tidak percaya. Baiknya, langsung datang dan buktikan sendiri ke Piltik Homestay. “Saya pernah makan siang di sana. Tempatnya keren! Udaranya sejuk. Kulinernya, sudah pasti enak,” tutur Arief Yahya. [hhw]

 

 

Sumber : Merdeka.com