Thursday, September 16, 2021
Home Nasional Ahok-Djarot ingin bangun Jakarta Smart City berbasis teknologi

Ahok-Djarot ingin bangun Jakarta Smart City berbasis teknologi

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama serta Djarot Syaiful Hidayat terus berupaya membangun Ibu Kota dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi.

Tujuan mereka, selain untuk meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah daerah, juga untuk meningkatkan kenyamanan hidup warga Jakarta.

Dengan begitu, diharapkan berbagai keluhan masyarakat pun bisa dilaporkan secara online agar bisa segera ditangani secara cepat.

Berbagai aplikasi berbasis teknologi, seperti Qlue, dipersiapkan untuk warga. Dengan teknologi ini, gubernur bisa memantau segala keluhan warga, termasuk mengontrol penyelesaiannya.

Pasangan yang maju di Pilgub DKI Jakarta ini pun telah mempersiapkan hal-hal itu jika kembali terpilih sebagai kepala daerah.

Pertama, mereka ingin mewujudkan Jakarta Smart City dengan penyempurnaan pusat kendali Jakarta/command center, penyediaan data berbasis teknologi untuk pengambilan kebijakan, dan pembuatan aplikasi-aplikasi untuk pelayanan publik dan kenyamanan masyarakat.

Kedua, mendorong penggunaan kartu JakartaOne untuk mengintegrasikan berbagai pelayanan publik dan aktivitas komersial, dan memperbanyak transaksi keuangan non-tunai.

Data-data yang diperoleh melalui program ini akan dijadikan informasi penting untuk merumuskan kebijakan yang selaras dengan kondisi masyarakat Jakarta agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran.

Ketiga, membangun sistem layanan telepon gawat darurat (emergency call center) 112 yang aksesibel selama 24 jam, cepat tanggap, dan satu pintu melayani kebutuhan masyarakat untuk bantuan ambulans/ paramedik, pemadam kebakaran dan kepolisian. Selain itu juga dibuat aplikasi gawat darurat yang terintegrasi dengan layanan 112.

Keempat, meningkatkan keamanan dan ketertiban kota dengan pengawasan terpadu melalui pemasangan 8.000 CCTV di titik-titik yang rawan dengan persoalan kota (kriminalitas, kemacetan, genangan/banjir, tawuran, sampah, dll).

Selanjutnya, mendorong investasi pembangunan fiber optic (FO) agar infrastruktur teknologi Jakarta setara dengan kota-kota maju di Asia Tenggara.

Keenam, menjamin ketersediaan akses WiFi gratis bagi warga di berbagai area publik. Dan yang terakhir menyediakan co-working space dengan fasilitas pendukung bagi pengusaha bidang IT, seperti pelaku startup, untuk mendukung perkembangan iklim ekonomi digital.

 

Sumber : https://www.merdeka.com/jakarta/ahok-djarot-ingin-bangun-jakarta-smart-city-berbasis-teknologi.html

Most Popular

Recent Comments