Tuesday, November 30, 2021
Home DKI Jakarta Akan Turun jadi Rp 300 Ribu, Menkes Klaim Tarifnya Masuk 10 Persen...

Akan Turun jadi Rp 300 Ribu, Menkes Klaim Tarifnya Masuk 10 Persen Termurah di Dunia

Foto: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Biro Setpres).

Harmonimedia – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengklaim jika harga tes PCR di Indonesia bisa turun ke Rp 300 ribu, maka tarif tersebut bakal masuk ke dalam 10 persen termurah dibanding harga PCR di bandara-bandara di dunia.

Sebelum diturunkan saja, kata Budi, tarif PCR Indonesia yang sempat Rp 900 ribu, sudah masuk 25 persen termurah ketimbang harga tes di bandara – bandara di dunia.

“Jadi kalau diturunkan ke 300 ribu itu mungkin masuk 10 persen kuartal yang paling murah dibanding harga PCR airport di dunia,” ujar Budi dalam konferensi pers virtual, Selasa (26/10).

Menurut Budi, negara dengan tarif paling murah di dunia adalah India, dengan harga tes PCR sekitar Rp 160 ribu.

“India memang negara paling murah untuk semuanya, selain Cina.” ujarnya.

Kunci murahnya harga PCR di India, tutur dia, adalah lantaran mereka memiliki produksi di dalam negeri dan economic of scale lantaran penduduknya yang mencapai hampir 2 miliar jiwa. Dengan demikian, harga tersebut bisa tercapai.

“Tapi sebagai informasi, harga PCR yang ditentukan presiden sudah masuk 10 persen paling murah dibanding harga tes PCR di seluruh dunia,” tutur Budi.

Sebelumnya, Rencana penurunan harga tes PCR itu sejurus dengan niat pemerintah memperluas penerapan hasil tes tersebut sebagai syarat perjalanan. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ketentuan itu akan berlaku untuk mengantisipasi lonjakan penularan pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Berdasarkan hasil survei Balitbang Kemenhub, diperkirakan sekitar 19,9 juta orang akan melakukan perjalanan pada periode libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru. Adapun di Jabodetabek diperkirakan 4,45 juta orang melakukan perjalanan.

Untuk itu, Luhut mengatakan situasi tersebut perlu diimbangi dengan pengaturan protokol kesehatan yang ketat. Persoalan itu pun dibahas oleh Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas bersama jajarannya, kemarin.

Luhut mengatakan Presiden Jokowi telah memberi arahan agar jajarannya segera mengambil langkah dan kebijakan. Dengan demikian, harapannya tak ada peningkatan kasus akibat libur Nataru.

Ia menegaskan bahwa pemerintah belajar dari banyak negara yang melakukan relaksasi aktivitas masyarakat dan protokol kesehatan, kemudian kasusnya meningkat pesat. Padahal, tingkat vaksinasi di negara-negara tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Misalnya saja di Inggris, Belanda, Singapura dan beberapa negara Eropa lainnya.

Untuk itu, Luhut mengatakan bahwa kewajiban penggunaan PCR sebagai syarat perjalanan utamanya bertujuan untuk menyeimbangkan relaksasi pada aktivitas masyarakat, terutama sektor pariwisata.

“Secara bertahap penggunaan tes PCR akan juga diterapkan pada transportasi lainnya selama dalam mengantisipasi periode Nataru,” ujar Luhut, Senin, 25 Oktober 2021 baru-baru ini.

red

Most Popular

Recent Comments