Wednesday, August 4, 2021
Home Nasional Akankah koalisi PKS-Gerindra bubar gara-gara sembilan nama?

Akankah koalisi PKS-Gerindra bubar gara-gara sembilan nama?

Koalisi Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tengah diuji. PKS mengaku telah menyodorkan sembilan nama untuk calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Jika tidak dipilih, PKS akan mempertimbangkan meninggalkan koalisi yang sudah mereka bangun sejak Pilpres tahun 2014 lalu.

“Ya semua kondisi akan dihitung dikaji kalau ternyata kajiannya positif lanjut, kalau ternyata negatif belum tentu lanjut,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Kamis (19/4).

Pernyataan PKS bisa tak melanjutkan koalisi cukup mengejutkan karena selama ini duet PKS dan Gerindra adalah sekutu terkuat di barisan oposisi.

PKS telah mengantongi 9 kandidat presiden dan wakil presiden yang berasal kadernya sendiri. Kesembilan nama tokoh merupakan hasil kajian dari Majelis Syuro PKS.

Kesembilan nama kader PKS yang masuk bursa kandidat itu adalah Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Mohamad Sohibul Iman, Salim Segaf Al’Jufrie, Tifatul Sembiring, Al Muzammil Yusuf, Mardani Ali Sera.

Mardani mengaku PKS tidak memaksa Prabowo harus memilih satu dari sembilan nama kader menjadi cawapresnya. Namun, dia mengakui PKS menginginkan kadernya maju sebagai cawapres.

PKS pun merasa tidak rela jika Prabowo memilih Anies Baswedan sebagai cawapres. Saat ini di berbagai survei, nama Anies moncer menjadi nomor satu.

Misalnya, berdasarkan survei Cyrus Network, Anies berada di urutan teratas sosok Cawapres ideal bagi Prabowo diajukan ke responden. Mantan Mendikbud itu meraih dukungan sebesar 15,3 persen.

“Kalau melihat kondisi sekarang tidak rela (Anies menjadi Cawapres Prabowo). Tetapi 4-10 Agustus 2018 (masa pendaftaran kandidat pemilu 2019) itu masih panjang, anything can happen,” kata Mardani di di Resto DConsulate Lounge, Menteng, Jakarta.

PKS tetap mendorong satu dari sembilan nama tersebut maju menjadi kandidat capres atau cawapres.

Sementara itu, politikus PKS Nasir Djamil tak yakin jika Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan benar-benar maju Pilpres 2019. Dia ragu Prabowo memiliki logistik yang masih cukup untuk berlaga melawan rivalnya, yakni Presiden Joko Widodo.

“Pertama, Pilpres ini adalah besar biayanya. Saya pikir mungkin Prabowo sudah, bukan saya tidak percaya dengan Prabowo ya, tapi saya lihat logistiknya di 2014 kemarin sudah terkuras,” kata Nasir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4).

Sementara itu Partai Gerindra mengaku tak ada masalah dengan koalisi dengan PKS. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengaku Prabowo akan memfinalkan koalisi dengan PKS pekan depan. Nama-nama yang diusung PKS pun menjadi pertimbangan untuk Prabowo. Namun tentu saja Gerindra juga masih mempertimbangkan calon lain.

“Saya rasa sih tanpa tersurat kan memang selama ini kan penjajakan-penjajakan koalisi yang hampir pasti kan dengan PKS dan itu enggak usah pakai di surat juga kalau koalisi terjadi kan pasti calonnya dari PKS atau yang diendorse PKS,” ucapnya.

 

 

 

Sumber : merdeka.com

Most Popular

Recent Comments