Alasan Ganjil Genap Diterapkan di Tol Tangerang dan Jagorawi

0
55

Jakarta – Mulai hari ini Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) uji coba sistem ganjil genap di Gerbang Tol (GT) Kunciran 2, GT Tangerang 2, dan GT Cibubur 2. Kendaraan dengan pelat nomor tak sesuai yang hendak ke Jakarta melalui pintu tol tersebut dialihkan perjalanannya.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan sistem ganjil genap ini dilakukan untuk mengurangi beban kendaraan yang menuju Jakarta dari Tangerang. Sebab catatannya, volume kendaraan di GT tersebut telah mencapai 6.000 kendaraan perhari.

“Jadi sama seperti di tol Jakarta-Cikampek, Bekasi Barat dan Bekasi Timur itu kan menyumbang sharing di jam sibuk hampir 6.000 kendaraan. Di sini juga sama, Kunciran 2 dan Tangerang 2 hampir 6.000 kendaraan. Bahkan Cibubur 2, satu pintu itu 7.000 kendaraan. Ini sudah padat sekali,” kata Bambang di titik pengalihan GT Kunciran 2, Tangerang, Senin (16/4/2018).

Bambang mengatakan volume kendaraan yang terlalu besar tersebut menyebabkan arus lalu lintas menuju Jakarta melalui tol jadi terhambat, khususnya di jam-jam padat pukul 06.00 WIB-09.00 WIB. Dia bilang dengan kepadatan tersebut, maka laju kendaraan hanya sekitar 20-25 kilometer (km)/jam.

Dengan tingkat kecepatan tersebut, kata Bambang, maka sudah mengurangi fungsi utama jalan tol. Sebab, kecepatan minimum berada di jalan tol harus mencapai 60 km/jam.

“Target kami adalah kami ingin mencapai kecepatan rata-rata di jalan tol itu 60 km/jam. Karena persyaratan jalan tol itu kan 60 km/jam, ini harus kita capai minimum,” kata dia.

“Jadi kita ingin turunkan semua 50%, visible rasio menjadi 0,5-0,6 itu adalah visi rasio ideal, dan kecepatannya 60 km/jam di jalan tol. Sekarang kecepatannya 20 km/jam paling tinggi 25 km/jam, tidak sampai 30 km/jam,” sambungnya.

Dengan adanya sistem ganjil genap ini diharapkan, beban kendaraan yang masuk tiga ruas tol tersebut menuju Jakarta akan terbagi. Pengendara dengan pelat nomor tak sesuai bisa melewati ruas tol tersebut di luar jam ganjil genap.

“Dengan pengaturan ini kami harapkan bahwa volume kendaraan perhari mungkin tidak turun, tapi dia berbagi beban. Berbagi beban bagaimana? mereka akan berangkat lebih pagi dan kemudian di jam 06.00-09.00 tentu sisanya. kalau berbagai seperti ini tentu kecepatannya bisa dipertahankan,” katanya. (fdl/zlf)

 

 

Sumber : detiknews

Comments

comments