Saturday, July 31, 2021
Home Nasional Analisis Banjir Jakarta, Menteri LHK: 20% dari Puncak 27% dari Kali

Analisis Banjir Jakarta, Menteri LHK: 20% dari Puncak 27% dari Kali

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar memperkirakan air kiriman dari Bogor, Jawa Barat sekitar 20 persen banjir, sisanya dari kali yang ada di Jakarta.

“Saya coba analisis dari penelitian para pihak lain. Banjir Jakarta yang datang dari sini (Puncak) paling 20 persen, 27 persen dari Kali Pesanggrahan, Angke, Krukut, jadi ini simultan. Oleh karena itu, kawan-kawan di KLHK sedang turun dan awasi ini,” kata Siti di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Senin (5/2).

Melihat situasi sekarang, potensi banjir Jakarta harus diwaspadai, karena sungai-sungai di Jakarta sudah dinilai rawan.

“Kalau lihat gambarnya memang sudah harus diwaspadai, sebab sudah masuk ke wilayah warning-nya sudah agak rawan, warning-nya sudah sampai ke hampir siaga, bahaya. Saya kan punya stasiun pengamatan air sungai. Jadi situasinya seperti itu,” terangnya.

Ia mengatakan dari tahun ke tahun wilayah pemukiman di Jakarta meningkat pesat, terutama kawasan dekat aliran sungai.

“Dari 1998 ke 2008 saja, kenaikan permukiman di wilayah DAS Ciliwung 3,5 kali lipat. Apalagi sekarang. Jadi memang situasinya harus kita ikuti,” ujarnya
“Kalau lihat gambar yang dikeluarkan media, sudah sampai sini lo, sampai di bibir merah (batas atas tinggi air di Pintu Air Katulampa). Jadi mesti dilihatin terus,” lanjutnya.

Mengenai tanah longsor di kawasan Puncak, Bogor, Siti menyebut hal itu disebabkan tingginya curah hujan di empat titik kawasan Puncak.

“Curah hujan di empat titik itu tinggi, di Gunung Mas 151 milimeter per hari, 151 itu bayangkan kalau NTT saja paling tinggi cuma 700 atau 900 mm setahun, ini sehari,” katanya.

“Ingat nggak banjir waktu zaman Pak Ahok itu, itu sampai 300 milimeter (per hari),” tambahnya.

Siti menyarankan pemerintah daerah Bogor membuat banyak bipori dibanding membuat dam.

“Daerah kami sarankan lebih banyak bangun biopori daripada bikin dam. Dam di atas itu kurang pengaruhnya, tidak sebesar biopori. Jadi lebih bagus biopori dibanyakin. Kalau Jakarta jangan lihat dari atas, lihat dari Depok-nya. Kan ada kali-kali lain,” ujar Siti.

 

 

 

 

Sumber : Analisis Banjir Jakarta, Menteri LHK: 20% dari Puncak 27% dari Kali
Analisis Banjir Jakarta, Menteri LHK: 20% dari Puncak 27% dari Kali
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments