Ancaman Stroke Tak Kenal Usia, Begini Cara Pencegahannya

0
154

Pola hidup yang kurang tepat merupakan salah satu faktor timbulnya berbagai macam penyakit, salah satunya adalah stroke. dr Zicky Yombana SpS, seorang ahli neurologi mengatakan, stroke adalah gangguan peredaran darah di otak yang bisa terjadi karena peredaran darah tersumbat atau pembuluh darah pecah. Tanpa oksigen yang dibawa oleh darah, sel-sel otak akan berhenti bekerja hanya dalam hitungan menit dan jika sel otak mati atau rusak, sejumlah gejala akan muncul di bagian-bagian tubuh yang dikendalikan otak. Contoh gejala stroke meliputi kelumpuhan atau mati rasa pada wajah, lengan, atau tungkai; kesulitan berbicara; dan kesulitan melihat. Bahaya yang dapat diakibatkan stroke adalah kerusakan otak serta cacat jangka panjang, dan bahkan kematian.

dr Zicky yang sehari-hari berpraktek di Rumah Sakit Omni Pulomas dan Rumah Sakit Siaga Raya Pejaten ini menjelaskan, terdapat dua jenis penyebab penyakit stroke yang umum ditemui, yakni sebesar 85 persen diakibatkan oleh penyumbatan/penghambatan aliran darah karena trombosis dan emboli. Sementara itu, 15 persen sisanya diakibatkan oleh pecahnya pembuluh darah.

dr Zicky menjelaskan, ada 3 faktor yang menyebabkan peredaran darah tersumbat. Yang pertama, katanya, adalah ada masalah pada jantung pasien seperti irama jantung yang tidak teratur dan membuat aliran darah tidak lancar. Yang kedua adalah karena persoalan di pembuluh darah seperti adanya penyempitan pembuluh darah, darah tinggi, kolesterol, dan diabetes. Faktor yang ketiga adalah kekentalan darah.

 

“Sementara faktor penyebab pembuluh darah pecah adalah karena tensi darah yang tinggi,” ujar dr Zicky, Kamis (14/12) di Jakarta.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO)/Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2015, stroke menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di dunia setelah penyakit jantung iskemik. Sementara itu, setiap tahunnya, jumlah penderita stroke berkisar di angka 21,2 persen tercatat sejak tahun 2012 dan telah merenggut paling tidak 328 ribu nyawa pada tahun 2012.

Berdasarkan data Balitbang Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2014, stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan persentase yang cukup signifikan, yakni 21,1 persen. Prevalensi penyakit stroke di Indonesia sendiri, berdasarkan data Riskesdas 2014, menyentuh angka 1,21 persen. Artinya, dari total keseluruhan penduduk Indonesia (kurang lebih 252 juta jiwa), sekitar 3 juta di antaranya menderita penyakit kronis ini, angka tersebut adalah tiga kali lipatnya total populasi di Brunei Darussalam dan hampir mencakup 60 persen total populasi di Singapura. Prevalensi penyakit stroke di daerah pedesaan Indonesia sendiri mencapai angka 0,0017 persen; daerah perkotaan sebesar 0,022 persen; orang dewasa di ibu kota Jakarta 0,5 persen; dan secara keseluruhan mencapai 0,8 persen.

Setiap tahunnya, jumlah penderita stroke tak kunjung berkurang dan malah cenderung bertambah. Risiko penyakit stroke yang begitu tinggi di Indonesia, terutama di Jakarta dan kota-kota besar lainnya tidak lepas dari faktor gaya hidup masyarakat metropolitan bahkan megapolitan yang kurang terjaga. Padatnya aktivitas sehari-hari membuat masyarakat lebih memilih segala hal yang cepat dan instan, misalnya dengan mengonsumsi makanan-makanan dari restoran cepat saji. Belum lagi kesukaan terhadap makanan-makanan manis atau gorengan yang rasanya susah sekali dibendung karena sudah menjadi kebiasaan sejak kecil, ditambah lagi penerapan gaya hidup tidak sehat masyarakat perkotaan Indonesia seperti merokok, pergi ke klub, mengonsumsi alkohol, dan menyantap makanan tak sehat tentunya sangat memprihatinkan.

Di kota-kota besar, tingkat frustasi terhadap tekanan pekerjaan, masalah keuangan, permasalahan keluarga, pengangguran, dan kerasnya kehidupan juga menjadi salah satu pemicu gaya hidup yang kurang sehat. Kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi dan Mononatrium glutamat (MSG) dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang berujung pada stroke. Demikian pula penyakit diabetes yang juga berpotensi memunculkan gejala stroke jika kadar gula tidak dikontrol dengan benar. Selain itu, kurangnya sosialisasi dan kampanye terkait stroke juga menjadi salah satu hal yang perlu menjadi perhatian. Permasalahan lain juga berasal dari cukup rendahnya level pendidikan sejumlah masyarakat yang mana pada akhirnya menjadi kurang paham dan peduli dengan kondisi kesehatannya.

Indonesia sendiri memiliki paling tidak 40 unit penanganan stroke. Pusat rehabilitasi dan perawatan khusus penyakit stroke sendiri hanya ada di sejumlah rumah sakit besar, di mana pengobatan secara tradisional atau alternatif juga terus dipraktekkan secara meluas. Sementara itu, pelayanan neurology, neurosurgery, neuroimaging sendiri hanya bisa didapatkan di rumah sakit yang berada di perkotaan.

Tingginya angka kematian akibat stroke menurut dr Zicky adalah lantaran keterlambatan penanganan medis terhadap penderita stroke. Keterlambatan penanganan medis tersebut bukan pula disebabkan persoalan akses kesehatan, namun hal tersebut lantaran masyarakat belum mengetahui informasi tentang gejala stroke.

“Yang namanya stroke itu semakin cepat ditangani semakin cepat dia sembuh sempurna. Persoalan yang dihadapi adalah masyarakat masih minim informasi tentang stroke, sehingga tidak tahu gejala stroke yang membuat penanganan medis terlambat,” imbuh dr Zicky.

Selain itu, banyak juga beredar hoax tentang penyakit stroke. Hal itu membuat masyarakat semakin salah dalam penanganan stroke. “Tentu kita pernah dengar hoax yang mengatakan bila terkena serangan stroke lantas masukan jarum ke pembuluh darah. Hoax-hoax yang seperti itu yang membuat masyarakat semakin salah mengatasi stroke,” pungkasnya.

Di lain sisi, penyakit stroke ini sering dianggap sebagai penyakit monopoli di kalangan orangtua. Dahulu memang penyakit ini sering menyerang orangtua dengan rentan usia di atas 45 tahun lebih, namun saat ini serangan stroke bisa mengincar siapa saja meskipun pada orang dengan usia muda. Hal itu jelas dikarenakan faktor perubahan gaya hidup terutama pada orang perkotaan modern.

Menurut dr Zicky, pria di usia produktif lebih rentan terserang stroke ketimbang wanita. Untuk wanita biasanya serangan stroke terjadi di usia-usia monopause. Untuk itu, dr Zicky mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dengan berolahraga setidaknya 5 jam dalam satu minggu serta makan makanan yang sehat.

“Yang paling penting adalah tidak boleh gemuk, karena obesitas adalah sumber masalah. Gula darah juga dijaga, kolesterol dijaga, tekanan darah di jaga, olahraga teratur seminggu 5 jam, dan tidak makan makanan yang berkolesterol tinggi,” begitu saran dr Zicky.

Sejumlah perilaku yang dapat menyebabkan anak muda terserang penyakit ini adalah sering makan junkfood, merokok, minum alkohol, dan lain sebagainya. Berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Sylvia Saraswati (2009) dengan judul ‘Diet Sehat untuk Penyakit Asam Urat, Diabetes, Hipertensi, dan Stroke, ada dua faktor resiko sebagai penyebab terjadinya penyakit stroke.

Salah satunya adalah faktor usia dan jenis kelamin. Dalam jurnal tersebut, dikatakan bahwa semakin tua usia maka resiko terkena stroke semakin meningkat.Hal tersebut berkaitan dengan proses ‘degenerasi’ atau penuaan. Yang terjadi secara alamiah pada orang-orang yang sudah berusia lanjut, pembuluh darah lebih kaku karena adanya plak.

Sementara untuk faktor jenis kelamin sendiri, berdasarkan jurnal tersebut dikatakan bahwa laki-laki cenderung lebih rentan terkena penyakit stroke. Penyebabnya adalah gaya hidup yang kurang sehat seperti merokok dan minum-minuman keras.

Tingginya penderita stroke di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang pertama adalah soal politik. Menurutnya, pemerintah tidak menciptakan kesadaran yang cukup untuk mengingatkan masyarakat tentang masalah stroke dan kesehatan. Imbuhnya, pemerintah memainkan peran penting dalam mendidik dan memberikan informasi lebih banyak tentang Asuransi Administrasi Asuransi Sosial (BPJS) dan KIS, agar masyarakat bisa menggunakannya sebelum stroke dan masalah kesehatan serius lainnya menimpa mereka.

Perekonomian mengalami pertumbuhan yang lebih lambat, hal itu bisa mulai menghadapi tekanan yang lebih besar untuk mempertahankan tingkat pengangguran yang rendah. Hal ini akan menyebabkan makanan tidak sehat dikonsumsi oleh generasi muda dan bahkan generasi tua. Tanpa pekerjaan akan menyebabkan orang mengonsumsi makanan tidak sehat. Biasanya makanan tidak sehat jauh lebih murah dibanding makanan bergizi.

Selain faktor politik, faktor lainnya yang signifikan berpengaruh terhadap angka penderita stroke. Faktor lainnya adalah soal ekonomi, daerah pedesaan dan terpencil memiliki akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Studi menunjukkan bahwa pada tahun 2014, 40 persen orang Indonesia tidak memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak. Meningkatkan akses terhadap fasilitas sanitasi dan memperbaiki pendidikan dalam kaitannya dengan praktik kebersihan yang aman akan sangat penting untuk mencapai hasil kesehatan dasar yang lebih baik, setidaknya untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya perawatan kesehatan dasar.

Faktor ketiga yakni teknologi. Teknologi memainkan peran penting dalam pencegahan dan deteksi stroke serta pemulihan rehabilitasi. Sementara teknologi bisa membantu dalam membantu pemulihan stroke, yang terpenting adalah menemukan rencana terapi. Rencanakan latihan penderita stroke. Ia meyakini inovasi dalam pencegahan stroke juga membantu dalam melacak tekanan darah, diet sehat dan olahraga Anda serta memantau detak jantung Anda. Dan yang sangat dirasakan dengan adanya kemudahan teknologi saat ini adalah soal kemudahan mencari makanan, orang dapat dengan mudah memesan telepon melalui Go-Food, entah mereka membeli makanan sehat atau tidak sehat.

Di massa kecanggihan teknologi seperti ini, media sosial juga dapat mendukung dan melemahkan kampanye stroke. Dukung kampanye dengan menunjukkan pentingnya kesehatan atau mempromosikan gaya hidup dan makanan sehat. Melemahkan kampanye dengan mempromosikan makanan tidak sehat, kehidupan malam dan lain-lain.

Faktor ketiga adalah soal hukum, BPOM harus benar-benar ketat dalam menyetujui makanan dan minuman tertentu. Saat ini banyak disajikan makanan dan minuman yang standard kesehatannya dipertanyakan. Faktor itu disebut-sebut sebagai salah satu variable tingginya penderita stroke di Indonesia. Apalagi pemerintah akan sepenuhnya menanggung biaya kesehatan bagi mereka yang tidak mampu membayar tingkat perawatan minimal

Faktor yang terakhir adalah soal lingkungan, seperti lingkungan kerja yang menyebabkan stres berlebihan dan tentang kebiasaan orang Indonesia yang makan makanan tidak sehat, makanan gorengan, makanan penutup manis, makanan instan dan lain-lain.

Faktor-faktor tersebut lah yang membuat angka penderita stroke di Indonesia tinggi, bahkan setiap tahun tingkat stroke meningkat daripada menurun. Mengapa orang masih tidak berubah atau menjadi lebih buruk lagi? Peningkatan angka penderita stroke dari tahun ke tahun terjadi karena kebiasaan buruk masyarakat sejak muda. Contoh makan gorengan-gorengan dari makanan ringan sampai makanan berat. Gaya hidup yang stres seperti masalah keuangan keluarga, lingkungan kerja, pengangguran dan sebagainya. Makanan baru di pasaran, biasanya makanan baru di pasaran tidak sehat. Kemudahan akses mendapatkan makanan yang tidak sehat seperti mi instan dan makanan dari mini market. Selain itu, kampanye stroke dan kesehatan juga berjalan tidak konsisten, tidak sering berjalan. Contoh: Kampanye stroke tahun ini hanya diselenggarakan dari 28 Oktober sampai 29 Oktober 2019 pada saat Hari Stroke Sedunia 2017.

Ada pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati. Pepatah tersebut 100 persen benar karena dengan mencegah bisa menjauhkan dari dampak buruk akibat penyakit stroke, misalnya seperti kelumpuhan, gangguan komunikasi, kehilangan indra rasa dan dampak buruk lainnya.

Berikut ada beberapa cara untuk mencegah terkena penyakit stroke:

1. Hindari rokok

Langkah pertama untuk mencegah terkena penyakit stroke yakni dengan tidak merokok. Merokok dipercaya dapat menyebabkan stroke, karena rokok bisa membuat gangguan di pembuluh darah.
Asap rokok yang masuk ke dalam tubuh bisa membuat penyempitan pembuluh darah, apabila pembuluh darah menyempit maka asupan darah dan oksigen tidak bisa sampai ke otak. Rokok juga bisa menyebabkan pengerasan dinding pembuluh darah sehingga dapat membuat pembuluh darah pecah. Selain itu, rokok juga menyebabkan banyak plak tertimbun di pembuluh darah sehingga membuat pembuluh darah mengalami penyempitan.

Hal ini tidak hanya berlaku untuk perokok aktif, tapi juga perokok pasif. Maka dari itu hindari rokok dan juga asapnya.

2. Berat badan ideal

Obesitas juga termasuk faktor penyebab stroke. Karena obesitas bisa menyebabkan seseorang memiliki timbunan lemak di pembuluh darah. Timbunan lemak ini dapat menyebabkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah.

Maka dari itu, cara yang tepat untuk mencegah stroke adalah dengan menjaga berat badan agar tetap ideal, tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk.

Perhatikan kalori yang masuk ke dalam tubuh, pasalnya orang yang memiliki banyak kalori dalam tubuh memiliki risiko terkena obesitas.

3. Hindari makanan berlemak dan digoreng

Cara lainnya agar terhindar dari penyakit stroke yakni dengan menghindari makanan berlemak, seperti jeroan, daging, kulit ayam, dan yang lainnya. Banyaknya lemak yang menumpuk dalam tubuh dapat menyebabkan penyempitan dan penyumbatan pada pembuluh darah, sehingga aloran darah dan oksigen tidak bisa berjalan dengan lancar.

Selain makanan berlemak, hindari juga makanan yang digoreng. Semua makanan yang digoreng dengan menggunakan minyak goreng atau minyak sawit mengandung lemak jenuh. Kandungan lemak jenuh inilah yang berbahaya bagi tubuh.

4. Kendalikan stres

Mengendalikan stres juga bisa menghindari stroke. Stres adalah pemicu terjadinya stroke dikarenakan saat stres otot di kepala menjadi menegang. Tidak heran jika orang yang bekerja dibawah tekanan rentan terkena penyakit ini.

Maka dari itu cobalah untuk tidak emosi, karena saat emosi beberapa kondisi tubuh akan muncul. Misalnya adalah jantung berdebar lebih cepat, ulu hati nyeri, dan otot kepala mengalami penegangan. Cobalah untuk lebih sabar dan memandang segala hal dari segi positif. Orang yang bahagia hidupnya tidak akan mudah terkena penyakit, karena otot menjadi rileks dan tidak tegang. Menikmati hidup merupakan cara agar terhindar dari berbagai macam penyakit.

Cara lain agar menjaga tidak stres adalah dengan melakukan yoga. Yoga dipercaya bisa digunakan untuk mengelola stres.

Cara mudah lainnya untuk tetap bahagia dan terhindar dari stroke adalah dengan tersenyum. Karena saat tersenyum otot kepala menjadi tidak tegang dan membuatnya lebih rileks.

5. Hindari trauma otak

Trauma otak berupa benturan dapat menyebabkan cidera otak, selain itu trauma otak yang terjadi bisa menyebabkan pembuluh darah pecah. Pecahnya pembuluh darah ini merupakan salah satu hal yang bisa menyebabkan terkena penyakit stroke.

6. Hindari vertigo

Vertigo bukanlah penyakit, namun vertigo merupakan tanda bahwa tubuh mengalami gangguan. Sebagian besar penderita vertigo mengalami gangguan pada syaraf pusatnya sehingga jika penderita vertigo mengalami gangguan di syaraf pusat kedepannya bisa terkena stroke.

7. Olahraga

Olahraga bisa digunakan untuk mencegah berbagai macam penyakit. Olahraga seperti aerobic dipercaya mampu menghindarkan dari penyakit stroke. Selain itu olahraga juga membakar lemak jahat dalam tubuh, sehingga tubuh menjadi ideal dan lemak jahat pada pembuluh darah bisa berkurang. Olahraga juga melancarkan aliran darah ke otak, sehingga dapat mencegah terkena penyakit stroke.

8. Hindari alkohol

Alkohol juga memicu penyakit stroke, karena di dalam alkohol terdapat gula yang tinggi dan juga kalori yang tinggi. Orang yang sering mengonsumsi alkohol akan menumpuk kalori dalam tubuh dan akan terkena obesitas, inilah yang menyebabkan seseorang terkena stroke.

9. Batasi garam

Orang yang banyak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak garam dapat terkena hipertensi. Hipertensi membuat seseorang dapat terkena stroke. Maka dari itu batasi asupan garam yang masuk ke dalam tubuh.

10. Hindari dehidrasi

Mencegah stroke bisa dengan mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh. Karena saat dehidrasi, aliran darah dan oksigen menjadi kurang maksimal. Padahal otak setiap hari membutuhkan aliran darah dan asupan oksigen yang cukup. Maka dari itu, menghindari dehidrasi merupakan cara yang bisa digunakan untuk mencegah terkena penyakit stroke.

11. Konsumsi sayuran hijau dan buah

Sayuran hijau adalah makanan yang bisa mencegah terkena stroke karena di dalam sayuran terdapat banyak vitamin, mineral, dan juga nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menghindarkan dari penyakit berbahaya ini.

Selain sayuran hijau, mengonsumsi buah-buahan setiap hari juga bisa mencegah stroke. Tapi tidak semua buah-buahan bisa digunakan untuk mencegah stroke, buah yang baik untuk dikonsumi agar terhindar dari stroke adalah tomat, citrus, mengkudu, apel, pisang, dan kacang-kacangan.
Namun, pencegahan terkadang tidak datang dengan sendirinya. Perlunya kesadaran dari tiap-tiap orang untuk mencegah dirinya terkena penyakit berbahaya ini. Banyaknya orang yang minim pengetahuan tentang penyakit ini, membuat mereka terlambat mengetahuinya.

Maka dari itu, banyak komunitas atau lembaga yang melakukan sosialisasi atau mengkampanyekan bahaya penyakit stroke kepada masyarakat. Seperti contohnya dengan menggelar acara jalan sehat dengan tema mencegah penyakit stroke yang dilakukan oleh Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki). Program tersebut pernah digelar pada tahun 2008 silam.

Dengan mengangkat tema ‘Cegah Stroke Sejak Usia Muda’, panitia mengungkapkan harapannya dapat menyampaikan pesan dan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa stroke tidak lagi hanya menyerang kaum lanjut usia, namun sudah banyak dialami oleh kalangan usia produktif.
Sosialisasi juga pernah dilakukan oleh salah satu rumah sakit di Bontang pada tahun Agustus 2017 lalu, yakni dengan cara penyuluhan di suatu daerah. Penyuluhan dilakukan guna mendeteksi penyakit stroke sejak dini.

@jitunews http://jitunews.com/read/72318/ancaman-stroke-tak-kenal-usia-begini-cara-pencegahannya#ixzz531cq00iU

Comments

comments