Arcandra Beberkan Energi Nuklir Tak Bisa Dikembangkan di Indonesia, Alasannya Ini

0
91

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, mengungkapkan bahwa selama ini ada persepsi yang keliru, yang menyatakan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir bisa menjadi solusi energi murah, padahal menurutnya tidak demikian.

Kata dia, harga listrik yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) bahkan bisa mencapai 12-14 sen dolar per kilo watt hour (kwh), dan harga itu tidak murah.

“Untuk energi mix (bauran energi), banyak yang mengatakan mari nuklir. Coba lihat mana yang lebih murah nuklir atau renewable energy (energi baru terbarukan/EBT),” tutur Arcandra dalam Seminar Series Energi Policy “Distruption Approach to Improve Friendly Investment Climate di Bimasena, Jakarta Selatan, pada hari Kamis (19/4) kemarin.

Arcandra mengatakan, Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik dari pembangkit listrik tenaga nuklir berada di kisaran US$ 6-7 sen per kWh. Padahal, kondisi di lapangan bisa dua kali lipat dari itu.

“Sebagian mungkin salah persepsi, nuklir bisa di US$ 6-7 sen per kWh, tidak. Nuklir power plant itu bisa US$ 14 sen per kWh. Ini data di lapangan. Belum lagi kita punya challenge di nuklirnya,” lanjutnya.

Untuk itu, ia mengatakan bahwa energi nuklir belum bisa diterapkan di Indonesia. Namun saat ini, pemerintah masih fokus untuk pengembangan energi baru dan terbarukan.

“Tapi tidak meningkatkan Biaya Pokok Produksi (BPP) dari listrik tersebut. Pemerintah berkomitmen terhadap EBT tapi dengan strategi. Strateginya adalah bagaimana energi baru terbarukan tidak menaikkan BPP,” pungkasnya.

 

Sumber : Arcandra Beberkan Energi Nuklir Tak Bisa Dikembangkan di Indonesia, Alasannya Ini
Arcandra Beberkan Energi Nuklir Tak Bisa Dikembangkan di Indonesia, Alasannya Ini
Jitunews

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here