Sunday, April 18, 2021
Home Dunia AS Identifikasi 3 Situs Online Diarahkan Rusia, Jelekkan Vaksin Pfizer dan Moderna

AS Identifikasi 3 Situs Online Diarahkan Rusia, Jelekkan Vaksin Pfizer dan Moderna

Foto ilustrasi Vaksinasi Corona. 

Harmoni Media – Amerika Serikat mengidentifikasi tiga situs online yang diarahkan oleh dinas intelijen Rusia, yang berusaha merusak citra vaksin virus corona buatan Pfizer dan Moderna.

“Publikasi online itu menyebarkan berbagai jenis disinformasi, termasuk tentang vaksin Pfizer dan Moderna, serta organisasi internasional, konflik militer, protes, dan masalah yang memecah belah, yang bisa mereka eksploitasi”, kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, dikutip dari Reuters hari ini, Selasa (9/3).

The Wall Street Journal (WSJ) pertama kali melaporkan identifikasi dugaan penyebaran disinformasi tersebut pada Minggu (7/3). Tapi, kepada WSJ, juru bicara Kremlin membantah klaim AS bahwa Rusia menyebarkan informasi palsu tentang vaksin.

Kedutaan Besar Rusia di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Rusia menyetujui vaksin Sputnik V pada Agustus lalu, sebelum uji coba skala besar dimulai, dengan mengatakan, mereka adalah negara pertama yang melakukannya untuk vaksin virus corona.

Uji coba yang ditinjau para ahli berbulan-bulan kemudian membuktikan, vaksin Sputnik V hampir 92% efektif dalam memerangi virus corona.

Aktivitas secara online

Pfizer, yang berkantor pusat di New York, dan BioNTech dari Jerman, memproduksi vaksin pertama yang disahkan di Amerika Serikat, yang disetujui oleh regulator pada Desember tahun lalu.

Vaksin yang kedua, dibuat oleh Moderna, yang berkantor pusat di Massachusetts, AS, disahkan akhir Desember 2020.

Pusat Keterlibatan Global (GEC) Departemen Luar Negeri AS, yang dibentuk untuk melawan kampanye propaganda dan disinformasi, mengidentifikasi tiga kanal online yang diarahkan oleh dinas intelijen Rusia.

Menurut GEC, News Front dikendalikan oleh layanan keamanan federal Rusia, lalu New Eastern Outlook dan Oriental Review diarahkan dan dikendalikan oleh dinas intelijen luar negeri Rusia.

GEC juga menyebut nama Rebel Inside, situs online yang dikendalikan oleh militer Rusia, tetapi sebagian besar tidak aktif.

“Departemen Luar Negeri AS akan terus mengekspos aktivitas jahat Rusia secara online,” ungkap juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

“Kami juga akan terus bekerjasama dengan sekutu dan mitra kami untuk memberikan tanggapan global dalam melawan disinformasi tersebut,” tambahnya.

Red

Most Popular

Recent Comments