Sunday, October 24, 2021
Home Nasional Atasi Ketimpangan Ekonomi, ALFI Desak Sistem Logistik Dibenahi di Paket Kebijakan Ekonomi...

Atasi Ketimpangan Ekonomi, ALFI Desak Sistem Logistik Dibenahi di Paket Kebijakan Ekonomi XV

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan Hanafi, menilai, ketimpangan perekonomian di Indonesia terjadi akibat ketiadaan dukungan manajemen rantai pasok komoditi di daerah pedesaan dan perkotaan sehingga mengakibatkan harga sejumlah komoditas meningkat drastis.

“Indonesia sebagai negara maritim harus memiliki sistem logistik yang handal untuk mendukung distribusi logistik baik nasional dan regional, serta memperbaiki perangkat sistem logistiknya. Dengan begitu, kita bisa menekan biaya hingga 10 persen, dan memudahkan akses antar pulau,” ujar Yukki, dalam keterangan tertulisnya kepada Jitunews.com, Selasa (21/3).

Saat ini, Yukki mengaku melihat banyak ketimpangan dan ketidakadilan antara produsen di daerah pedesaan dengan pedagang besar di perkotaan. Yukki mengambil contoh dari sektor pertanian, dimana para petani sebagai produsen produk- produk pertanian justru menerima penghasilan jauh lebih rendah ketimbang pengumpul dan pedagang besar di kota. Akibatnya, kesejahteraan petani di desa tidak meningkat.

 

“Semuanya itu akibat tidak adanya sistem logistik daerah (sislogda) sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan. Begitu juga dengan sektor perikanan. Meskipun sudah dibangun Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN), tapi belum didukung manajemen rantai pasok yang handal sehingga komoditi perikanan tetap relatif mahal,” ungkap Yukki yang juga merupakan Ketua Umum AFFA (ASEAN Federation of Forwarders Association) tersebut.

Demikian juga dalam pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di daerah-daerah pada umumnya tidak menerapkan manajemen rantai pasok yang tepat, sehingga tidak berkembang maksimal. Dalam pengamatannya, IKM di daerah pada umumnya masih terpusat pada sistem produksi namun tidak terintegrasi dengan aspek pemasaran.

“Di era digital saat ini, proses produksi dan pemasaran produksi komoditi perdagangan sudah menjadi satu kesatuan. Bahkan, di negara- negara maju telah menerapkan Supply Chain Management (SCM) Plus,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Yukki mengaku pihaknya telah memberi masukan kepada pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution terkait pembenahan sistem logistik nasional. Bak gayung bersambut, pemerintah berjanji untuk segera meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi XV yang fokus mengenai penyediaan jasa logistik.

“Pokoknya lebih ke penyediaan jasa (logistik). Selasa saya akan bertemu Presiden,” ujar Darmin beberapa waktu lalu.

Sementara, kebijakan terkait dengan pemerataan ekonomi, Darmin mengaku kementeriannya butuh persiapan, dan kerjasama dengan pelaku usaha.

“Kita tidak mungkin melakukan sendiri, butuh peran pelaku usaha,” sambung Darmin.

Hal ini lantas disambut baik oleh Yukki, dirinya berharap pemerintah mampu menerapkan sistem distribusi dan transportasi yang cepat, tepat, dan efisien lewat Paket Ekonomi XV tersebut.

“Diharapkan lewat Paket Ekonomi XV pemerintah dapat menerapkan sistem distribusi dan transportasi yang lebih baik melalui Sistem Logistik Daerah (Sislogda) yang terintegrasi dengan Sistem Logistik Nasional (Sislognas) dengan menerapkan manajemen rantai pasok,” terang Yukki.

Terakhir, Yukki menyebutkan bila manajemen rantai pasok untuk semua komoditas terwujud, maka Indonesia bisa mencapai perekonomian yang berkeadilan dan merata bukan hanya di perkotaan, namun juga di daerah- daerah.

“Dengan menerapkan manajemen rantai pasok yang tepat seharusnya kita juga tidak perlu lagi melakukan impor komoditi pangan seperti beras, cabai, jagung, kedelai, dan lain sebagainya. Sebab seluruh proses produksi, hingga pemasaran ke konsumen seluruhnya telah dipastikan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar,” pungkas Yukki.

 

@jitunews http://www.jitunews.com/read/55309/atasi-ketimpangan-ekonomi-alfi-desak-sistem-logistik-dibenahi-di-paket-kebijakan-ekonomi-xv#ixzz4c1RUiWJ3

Most Popular

Recent Comments