Thursday, October 21, 2021
Home Nasional Atlet SEA Games 2017 'Dianak Tirikan' dengan Pakai Dana Sendiri, Ini Komentar...

Atlet SEA Games 2017 ‘Dianak Tirikan’ dengan Pakai Dana Sendiri, Ini Komentar Ketua KOI

SEA Games 2017 di Malaysia siap digelar pada tanggal 19-30 Agustus mendatang. Namun ternyata, penyelenggaraan event tersebut kembali memunculkan masalah klasik bagi kontingen Indonesia. Kasus ini juga pernah terjadi di SEA Games 2015 lalu di Singapura.

Masalah yang dimaksud adalah beberapa pengurus besar (PB) cabang olah raga (cabor) mengalami kesulitan finansial, tetapi atletnya ingin mengharumkan nama Indonesia. Namun, di sisi lain, para atlet tersebut dinilai kurang berprestasi oleh pemerintah di atas kertas.

Padahal, SEA Games ini menjadi tahap awal prestasi Indonesia di tingkat internasional menuju ke Asian Games hingga Olimpiade. Beberapa atlet bahkan ada yang menggunakan dana pribadi untuk berbagai keperluannya.

Masalah ini mulai mencuat usai Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) hanya menurunkan 400 atlet untuk bertanding di SEA Games 2017. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan SEA Games 2015 di Singapura.

Namun demikian, Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI), Erick Thohir, mengaku tidak mempersoalkan keinginan setiap cabor mengirimkan atlet ke SEA Games 2017 dengan dana sendiri.

Erick hanya mengimbau setiap cabang olah raga agar serius mengirim atlet yang potensial sehingga tidak menurunkan peringkat mereka.

“Dari Satlak Prima sudah mem-budget-kan. Lah 400 itu memang sudah domainnya Satlak Prima. Dan, pasti Satlak Prima punya target. Kalau kami dari KOI dengan senang hati dong. Kita sebagai Bapak Ibu cabang olah raga ya harus mendukung,” kata Erick kepada Jitunews.com, di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, Senin (3/7) malam.

“Tetapi kita ingatkan kepada cabor agar tidak asal kirim. Tetap ada targetnya. Supaya jangan merusak ranking-nya,” ia menambahkan.

Meskipun atlet SEA Games sering kali diabaikan, dua tahun lalu bahkan tim basket putri Indonesia sukses menyabet medali perak di negeri Singa. Hal itu juga diamini oleh Erick Thohir.

“Contoh, kita lihat Sea Games 2015 di Singapura, yang kirim sendiri dapat medali yaitu Basket Putri,” kata Erick memberikan contoh.

Ketua Pelaksana INASGOC ini pun berkilah, pola pemberangkatan atlet dengan dana sendiri dari setiap cabor juga sudah dilakukan Malaysia sejak lama.

“Coba Anda pelajari apa yang terjadi di Malaysia. Malaysia itu sudah mengirim cabor hanya dengan budget tertentu lho. Cabor-cabor itu mau mengirim dengan biaya sendiri. Pemerintah Malaysia ini sudah menerapkan ini sejak lama,” tandasnya.

Untuk diketahui, jumlah pengiriman atlet SEA Games 2017 menurun bila dibandingkan SEA Games 2015 Singapura. Dua tahun lalu, Indonesia mengirimkan sebanyak 547 atlet.

Penurunan jumlah atlet yang dikirim tidak terlepas dari keinginan pemerintah. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) hanya memberangkatkan atlet yang berpotensi meraih medali atau atlet yang khusus dipersiapkan ke Asian Games 2018.

Prioritas SEA Games 2017 adalah prestasi. Jadi, Kemenpora akan mengirim atletatlet yang memang berpotensi meraih medali, minimal medali perak.

 

Sumber : Atlet SEA Games 2017 ‘Dianak Tirikan’ dengan Pakai Dana Sendiri, Ini Komentar Ketua KOI
Atlet SEA Games 2017 ‘Dianak Tirikan’ dengan Pakai Dana Sendiri, Ini Komentar Ketua KOI
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments