Banjir Landa Lima Negara Bagian di Amerika Serikat, Tiga Orang Tewas

0
25

Pencairan salju dan hujan lebat memicu banjir di sejumlah negara bagian Amerika Serikat. Akibatnya, ribuan orang dievakuasi.

Sementara itu, tiga orang dilaporkan tewas, termasuk seorang pria yang menurut pejabat berusaha menyelamatkan orang asing dari terjangan air yang sangat dingin. Banjir pemecah rekor ini terjadi di lima negara bagian AS dan memicu pengumuman darurat. Beberapa komunitas bahkan terputus dari bantuan luar.

Banjir ini terjadi akibat badai musim dingin yang menghantam AS pekan lalu. Fenomena cuaca seperti badai yang oleh para ilmuwan disebut sebagai ‘siklon bom’ menghantam Pegunungan Rocky barat dan Central Plains pekan lalu, mengguyur kawasan yang dihuni jutaan orang Amerika di Iowa, Nebraska, Wisconsin, Minnesota dan South Dakota dengan salju dan hujan yang membeku.

Dalam sebuah pernyataan, Gubernur Wisconsin, Tony Evers menjelaskan suhu dan hujan yang hangat dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan banyak salju dan es mencair sehingga mengakibatkan banjir, es terbelah, dan debit sungai serta anak sungai meningkat.

Sungai Missouri dilaporkan telah mencapai tingkat rekor tertinggi di beberapa lokasi, termasuk di Iowa dan Nebraska, yang paling parah dilanda banjir. Penduduk di Kota Bartlett dan Thurman diperintahkan mengungsi pada hari Minggu karena tanggul meluap. Tiga orang tewas, dan dua orang lainnya hilang selama berhari-hari.

Korban Banjir

Aleido Rojas Galan (52) hanyut dalam sebuah kendaraan di Iowa barat daya pada Jumat. Sementara James Wilke (50) tewas di Nebraska ketika sebuah jembatan ambruk saat ia mencoba membantu pengendara lain.

Dua pria lainnya masih dinyatakan hilang. Pada Minggu, polisi di Platte County, Nebraska, mengkonfirmasi Betty Hamernik (80) tahun meninggal setelah kru darurat tidak dapat mencapai rumahnya yang terendam banjir.

Direktur Manajemen Darurat Distrik Fremont, Mike Crecelius mengatakan kepada Associated Press, bukan hanya tanggul dan tepian sungai yang meluap, tetapi kecepatan debit airnya berpotensi menimbulkan bahaya.

“Ini bukan kenaikan bertahap. Airnya mengalir cepat dan tidak ada yang bisa memperlambatnya,” kata Crecelius.

Pada Jumat, Stasiun Nuklir Cooper, sebuah pembangkit nuklir di Nebraska selatan, menyatakan kekhawatirannya ketika Sungai Missouri meluap dan berpotensi membahayakan fasilitas itu. Tetapi pada hari Senin, fasilitas nuklir itu masih beroperasi pada kapasitas normal, setelah pekerja mengisi karung pasir di sepanjang tanggul sungai.

Limpasan sungai akibat salju besar di Pegunungan Rocky, termasuk di negara bagian Colorado yang mengalami sejumlah longsoran salju yang tidak biasa karena kondisi ‘siklon bom’.

 

Sumber : Merdeka.com

Comments

comments