Bantu Kekurangan Air di Tabanan, Rus Alit Raih Penghargaan

0
898

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Gusti Made Rus Alit (71), atau yang biasa disapa Rus Alit, merupakan satu dari sekian sosok yang peduli terhadap kelangsungan lingkungan. Rus Alit dikenal sebagai ‘penyelamat’ Tabanan dari masalah kekurangan air.

Berkat kontribusinya tersebut, Rus Alit mendapatkan penghargaan dalam ajang Kick Andy Heroes 2017. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Desa, PDTT (Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi), Eko Putro Sandjojo, Sabtu (04/03/2017).

Wilayah Tabanan sebenarnya memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Akan tetapi, karena letaknya berada di dataran tinggi, masyarakat sering kesulitan mendapat pasokan air. Oleh karena itu, Rus Alit berinisiatif membuat teknologi pompa hidrolik.

 

Walaupun berasal dari Bali, namun diakui Rus Alit bahwa dirinya baru sempat menerapkan teknologinya ini di Bali setelah pulang berkelana. Rus Alit telah mengunjungi banyak tempat di belahan dunia untuk menerapkan teknologi pompa hidrolik ini. Ia berkeliling Indonesia dan juga mengunjungi tempat-tempat seperti Afrika dan Timor Leste untuk membantu mengatasi masalah kekuragan air.

Setelah kembali ke Bali, Rus Alit kemudian mendirikan BATI (Bali Appropriate Technology Institute) di lahan yang telah dibelinya. Lahan tesebut berlokasi di dekat cabang Sungai Ootan. Di tempat inilah Rus Alit menerapkan ilmu yang dimilikinya tentang teknologi air.

Menurutnya, teknik pompa hidrolik ini hanya mampu dioperasikan di tempat-tempat yang memiliki air terjun atau debit air yang besar. Pasalnya, untuk memompa air ke atas diperlukan tenaga yang cukup besar.

“Karena tenaga dari air terjun maupun debit air yang deras menjadi tenaga untuk memompa air ke pipa yang mengarah ke daerah atas dan tidak terjangkau sumber air,” kata Rus Alit dalam sebuah wawancara oleh Balipost, November 2016 lalu.

Selain itu, lanjut Rus Alit, teknologi ini direkomendasikan untuk wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan di musim kemarau tetapi mendapatkan air yang berlimpah ketika musim hujan. Dengan teknologi ini, air yang diperoleh ketika musim hujan nantinya dapat disimpan sebagai persiapan untuk menghadapi musim kemarau.

@jitunews http://www.jitunews.com/read/54379/bantu-kekurangan-air-di-tabanan-rus-alit-raih-penghargaan#ixzz4aXGFOzNI