Tuesday, July 27, 2021
Home Nasional Bicara Netralitas TNI Polri, SBY Siap Diciduk Intelejen

Bicara Netralitas TNI Polri, SBY Siap Diciduk Intelejen

Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan agar institusi seperti BIN, TNI, dan Polri bersikap netral.

Pasalnya, SBY menegaskan kabar keterlibatan institusi tersebut di Pilkada bukan kabar bohong alias hoax.

Dalam menyikapi hal ini, SBY juga menjelaskan bahwa dirinya tidak panik. Pihak yang panik, katanya adalah pihak yang curang.

“Menurut partai politik tertentu katanya SBY panik. SBY tidak panik. Biasannya pihak yang panik itu cenderung curang. Kami tidak curang, tetapi kami waspada. Waspada mengapa? Yang saya sampaikan bukan isapan jempol,” kata SBY di Hotel Santika, Bogor, pada hari Sabtu (23/6).

SBY mengatakan, dengan kritikannya tersebut diharapkan partai lain mematuhi aturan Undang-undang. Menurutnya, diduga ada kaitan menggunakan institusi untuk tak bersikap netral.

Dia pun mengaku tidak berniat sedikitpun untuk mendramatisir keadaan sekarang.

“Tidak ada niat seorang SBY melebihkan mendramatisasi. Saya tidak dodo liar. Itu bukan DNA saya, tetapi yang saya sampaikan ini cerita tetang ketidaknetralan elemen oknum dari BIN polri dan TNI itu nyata adanya. Ada kejadinnya, bukan hoax,” lanjut SBY.

Sebagai prajurit TNI yang berkiprah selama 30 tahun, ia bekewajiban mengingatkan agar petinggi BIN, TNI Polri tidak keliru bersikap dalam Pilkada dan Pemilu.

Bila memang ada keterlibatan anggota BIN, TNI, dan Polri, SBY menyebut bukan sebuah kesalahan prajurit.

“Tidak ada anggota prajurit yang salah. Yang salah adalah petinggi-petingginya yang kebelinger. Jadi justru rasa sayang seorang SBY kepada lembaga yang dicintainya TNI Polri dan BIN ini,” kata SBY.

SBY juga mengatakan, dalam demokrasi rakyat bebas memilih siapapun yang disukai dan diyakini bisa memimpin. Oleh karena itu, rakyat dinilainya harus berani menolak semua tindak kecurangan termasuk ketidaknetralan aparat.

Sebab, kata dia, jika pemimpin mencapai kekuasannya dilaksanakan dengan cara-cara tidak baik atau menghalalkan segala cara maka akan lebih mengkhianati rakyat.

“Bayangkan kalau memegang kekuasaan pasti tidak baik sama rakyatnya, pasti lebih-lebih lagi karena kekuasaan di tangan,” sebut Presiden RI ke-6 tersebut.

SBY mengatakan, mungkin rakyat tak berani menyampaikan kritikan kepada pemerintah. Namun, dia menyampaikan kritikan diposisikan sebagai rakyat biasa yakni seorang warga Cikeas.

“Mungkin biar lah saya, SBY warga negara biasa penduduk Cikeas Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang bicara. Kalau pernyataan saya ini membuat intelejen kepolisian kita tidak nyaman, ingin menciduk saya, silakan,” kata SBY.

 

Sumber : Bicara Netralitas TNI Polri, SBY Siap Diciduk Intelejen
Bicara Netralitas TNI Polri, SBY Siap Diciduk Intelejen
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments