Tuesday, October 26, 2021
Home Nasional Budidaya Teknologi Lele Bioflok Genjot Produktivitas Hingga Tiga Kali Lipat

Budidaya Teknologi Lele Bioflok Genjot Produktivitas Hingga Tiga Kali Lipat

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto, mengatakan bahwa penerapan teknologi Bioflok mampu mendongkrak produktivitas hasil di sektor budidaya hingga tiga kali lipat bila dibandingkan dengan cara budidaya konvensional.

“Peningkatan hasilnya cukup signifikan bisa mencapai tiga kali lipat dari cara budidaya konvensional,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP), Slamet Soebjakto di Jakarta, Rabu (17/5).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagai perbandingan, untuk budidaya dengan sistem konvensional dengan padat tebar 100 ekor/m3 memerlukan 120-130 hari untuk panen, sedangkan untuk sistem bioflok dengan padat tebar 500-1000 ekor/m3 hanya membutuhkan 100-110 hari saja.

Di samping itu penggunaan pakan lebih efisien, jika pada teknologi konvensional FCR rata-rata 1,2 maka dengan teknologi bioflok FCR dapat mencapai 0,8.

Di banyak daerah teknologi lele bioflok terbukti sangat efisien, sebagai ilustrasi dengan rata-rata padat tebar 1.000 ekor/m3, maka dalam satu kolam bulat ukuran diameter 3 m, dapat ditebar benih lele sebanyak min. 3.000 ekor, dan mampu menghasilkan lele konsumsi mencapai > 300 kg per siklus (100-110 hari).

“Artinya jika dibanding dengan teknologi konvensional, budidaya sistem bioflok ini mampu menaikan produktivitas 3 kali lipat,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, dari segi itung-itungan bisnis, usaha ini juga sangat profitable. “Sebagai gambaran dalam 1 unit usaha (25 lubang kolam diameter 3 m), akan menghasilkan produksi sebanyak 7,5 ton per siklus, dengan kata lain pembudidaya dapat meraup pendapatan sekitar 420 juta per tahun atau sekitar 35 juta per bulan,” katanya.

Salah satu kelebihan lain, pengembangan lele bioflok juga dapat diintegrasikan dengan system hidroponik, secara teknis air buangan limbah budidaya yang mengandung mikroba dapat dimanfaatkan sebagai pupuk yang baik bagi sayuran.

“Tentunya ini adalah bentuk keberhasilan inovasi teknlogi budidaya, dan sekaligus menjadi jawaban tepat bagaimana memenuhi kebutuhan pangan masyarakat saat ini. Inovasi teknologi harus mampu menjawab tantangan dan masalah, serta mampu memanfaatkan peluang yang ada,” ujar Slamet.

Ia mengatakan bahwa Teknologi system bioflok menjadi sangat popular saat ini, karena mampu mengenjot produktivitas lele yang tinggi, penggunaan lahan yang tidak terlalu luas dan hemat sumber air.

Sumber : Budidaya Teknologi Lele Bioflok Genjot Produktivitas Hingga Tiga Kali Lipat
Budidaya Teknologi Lele Bioflok Genjot Produktivitas Hingga Tiga Kali Lipat
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments