Monday, January 24, 2022
Home Nasional Cadangan Devisa RI Masih di Atas Standar Internasional

Cadangan Devisa RI Masih di Atas Standar Internasional

Jakarta – Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut rasio cadangan devisa RI terlalu kecil untuk ukuran negara sebesar Indonesia. Bahkan jumlah cadangan devisa ini lebih kecil dibanding Singapura.

Dari data Bank Indonesia (BI) per Mei 2018 jumlah cadangan devisa tercatat US$ 122,9 miliar atau masih mampu membiayai 7,4 bulan impor atau 7,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah menjelaskan ukuran cadangan devisa sebuah negara itu disesuaikan dengan standar ukuran internasional.

“Standar ukurannya itu dilihat berdasarkan kemampuan untuk menutup kebutuhan impor dan pembayaran Utang Luar Neggeri (ULN) jangka pendek pemerintah,” ujar Nanang saat dihubungi detikFinance, Selasa (26/6/2018).

Saat ini standar kecukupan internasional untuk cadangan devisa sebuah negara adalah 3 bulan impor. “Ini artinya, Indonesia masih jauh di atas standar kecukupan karena cadangan devisanya masih di kisaran 7,4 bulan impor,” kata dia.

Mengutip data BI, memang terjadi penurunan pada cadangan devisa. Penurunan ini terjadi sejak Januari 2018, saat itu cadangan devisa tercatat US$ 131,98 miliar cukup untuk membiayai 8,5 bulan impor dan 8,2 bulan impor sekaligus pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Memasuki Februari cadangan devisa tercatat US$ 128,06 miliar atau tergerus sekitar US$ 3,92 miliar menjadi US$ 128,06 miliar. BI menyebut ini masih cukup untuk membiayai 8,1 bulan impor dan 7,9 bulan impor serta pembayaran ULN pemerintah.

Pada Maret 2018, cadev tercatat US$ 126 miliar berkurang lagi sebesar US$ 2,06 miliar. Jumlah ini mampu untuk membiayai 7,9 bulan impor dan 7,7 bulan impor dan pembayaran ULN pemerintah.

Terakhir pada periode April 2018 cadangan devisa RI tercatat US$ 124,9 miliar setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran ULN pemerintah.

Penurunan cadangan devisa pada Mei 2018 terutama dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang membaik, serta kinerja ekspor yang tetap positif.

 

 

Sumber : detiknews

Most Popular

Recent Comments