Friday, September 24, 2021
Home ENERGI UMUM Capai Target 22 Persen di 2026, PLN Cari Sumber Alternatif EBT

Capai Target 22 Persen di 2026, PLN Cari Sumber Alternatif EBT

Kepala Divisi EBT PT PLN, Tohari Hadiat, mengatakan bahwa sumber energi baru terbarukan yang menjadi andalan utama pemerintah berasal dari tenaga air dan panas bumi. Pada 2026, besaran target listrik dari PLTA itu mencapai 6.290 MW, dan dari panas bumi mencapai 12.342 MW.

“Saat ini baru 12 persen dari sekitar 51 ribu kapasitas terpasang atau sekitar 6 ribu saja. Pada 2026, kita targetkan persentase-nya mencapai 22 persen (tepatnya 28 persen) dari kapasitas terpasang sebesar 78 GW, sepuluh tahun ke depan,” jelas Tohari dalam Media Gathering PLTA Lamajan di Pangalengan, Bandung Barat, belum lama ini.

Dalam hal ini, pemerintah meningkatkan komposisi untuk suplai listrik dari EBT sebagai sumber alternatif yang targetnya mencapai 21.549 MW pada 2026. Ini merupakan bentuk antisipasi karena semakin menipisnya sumber energi yang berasal dari fosil. Sementara pencapaian hingga Desember 2016 sebesar 6.003 MW atau sekitar 12 persen dari total produksi listrik.

Menurut Tohari, PLN akan mencoba kemungkinan alternatif lainnya yaitu dengan memanfaatkan dari yang lainnya, seperti biomassa, biogas, dll.

“Tak menutup kemungkinan PLN untuk mengolah sumber energi terbarukan lainnya yang berasal dari sampah, biomassa, arus laut dan biogas. Penggunaannya diprioritaskan untuk daerah-daerah terpencil dan disesuaikan dengan potensi yang tersedia. Jadi, modalnya lebih murah karena enggak perlu narik energi dari tempat lain. Kita manfaatkan kearifan lokal,” terangnya.

Untuk daerah yang belum teraliri listrik atau yang menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), Tohari menjelaskan bahwa PLN akan menggunakan metode hybrid. Seperti yang dicontohkan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) agar durasi listrik menyala bisa ditambah.

“Misalnya dari 16 jam bisa jadi 20 jam atau bahkan 24 jam full. Harganya juga lebih murah dari energi dari solar. Tapi PLTS juga memiliki keterbatasan dengan sifat intermitennya sehingga listrik kadang ada, kadang tidak. Untuk itu, sistem kelistrikan akan dilengkapi dengan smart grid dan control system, serta pemakaian biofuel untuk PLTD yang eksisting,” paparnya.

Lebih lanjut, Tohari juga menyampaikan bahwa pemerintah memberikan kesempatan kepada pihak swasta untuk terlibat dalam pembangunan pembangkit listrik tersebut dengan mengikuti aturan yang ada. Hal ini merujuk pada Permen ESDM No 12 tahun 2017.

“Ada 2.000 proposal yang masuk sejak Permen itu berlaku. Kalau lolos studi kelayakan, studi PLN, PLN bisa tunjuk dan langsung dikembangkan. Tapi pastikan, harganya cocok dengan yang ditentukan dulu. Kebanyakan pihak swasta tertarik berinvestasi pembangkit EBT di luar jawa, kaya di sumatera, Kalimantan dan bali. Karena harga beli PLN itu lebih mahal,” pungkasnya.

Sumber : Capai Target 22 Persen di 2026, PLN Cari Sumber Alternatif EBT
Capai Target 22 Persen di 2026, PLN Cari Sumber Alternatif EBT
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments