Monday, January 17, 2022
Home Nasional Cerita SBY tiga kali tolak ajakan Jokowi gabung koalisi

Cerita SBY tiga kali tolak ajakan Jokowi gabung koalisi

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, dirinya sangat menghormati Presiden Jokowi dan menegaskan tidak ada masalah dengan mantan gubernur DKI Jakarta itu. Dan hambatan untuk berkoalisi bukan datang dari Jokowi maupun dirinya.

Malah SBY menuturkan, dirinya melihat ketulusan dari seorang Jokowi saat mengajaknya bersama masuk dalam koalisi. Jokowi, kata SBY, usai Pilpres 2014 sudah mengajak Partai Demokrat masuk dalam koalisi.

“Saya benar-benar merasakan ketulusan Pak Jokowi untuk mengajak kami di dalam. Saya harus katakan nampaknya ada hambatan dari Demokrat untuk ada dalam koalisi,” kata SBY di kediamannya di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2018) malam.

SBY menambahkan, setidaknya ada tiga kali pertemuan dengan Jokowi yang mengajak Demokrat bergabung. “Ini sejarah, ini kebenaran pada Oktober 2014 saya presiden, dan Jokowi presiden terpilih. Beliau bilang apakah tidak baik kalau Demokrat berada di pemerintahan. Saya jawab tidak tepat bapak, Demokrat tidak mengusung Jokowi dan Prabowo. Waktu itu kami mengadakan konvensi namun tidak berhasil,” cerita SBY.

SBY menuturkan, ajakan bergabung itu kembali mengemuka dari Jokowi saat dirinya mendatangi istana. Saat itu, SBY mengaku sekaligus ingin mengklarifikasi munculnya dugaan dirinya ada di belakang aksi 212 dan 411.

“Kemudian ada aksi damai 212 dan 411 saya difitnah macam-macam dan saya datang ke istana untuk mengklarifikasi. Setelah itu pertemuan sering dilakukan dan semangatnya memang cocok dan kalau ditakdirkan Demokrat mengusung beliau kalau beliau ditakdirkan dipilih kembali dan Demokrat bisa ada dalam pemerintahan bisa berkontribusi di dalam. Begitu katanya,” beber SBY.

Belum bahas capres-cawapres dengan PAN

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku tidak sama sekali membicarakan soal Capres dan Cawapres dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. SBY menuturkan, pembicaraan dengan Zulkifli lebih kepada visi misi dan situasi negara saat ini.

“Pertemuan untuk lebih menyamakan persepsi. Pemahaman tentang situasi negara kita tentang 4 tahun belakangan ini. Termasuk harapan rakyat. Dan juga kepemimpinan apa yang diharapkan dan untuk mengatasi berbagai persoalan. Itu titik berat yg kita bicarakan malam ini,” kata SBY usai bertemu Zulkifli.

Lebih jauh SBY mengungkapkan, jika nantinya ditakdirkan berjodoh dengan PAN dan terbentuk koalisi mengusung capres dan cawapres pihaknya tidak akan banyak berjanji kepada rakyat. “Betul-betul bisa meyakinkan rakyat. Dan kita tidak akan banyak berjanji dan yang ditawarkan masuk akal,” ujar SBY.

Dan yang utama, sambung SBY, bisa meyakinkan rakyat untuk mengajak ke perubahan dan masa depan bangsa yang lebih baik. “Saya pribadi optimistis kebijakan yang kami tawarkan akan sesuai dengan harapan mereka. Selain kami melihat hasil survei apa yang di mata rakyat sudah baik dan yang belum. Dan sesuai amanah, yang baik kita lanjutkan dan yang belum kita perbaiki,” imbuh SBY.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan pun mengamini pernyataan SBY. Menurut dia, pembicaraan keduanya menitikberatkan situasi terkini bangsa. Dan tidak ada pembicaraan soal siapa Capres dan Cawapres.

“Memang kami tidak bicara Capres dan Cawapres. Kami bahas situasi kekinian. Indonesia mau kita bawa ke mana negeri ini. Itulah yang dirumuskan bersama-sama,” tutup Zulkifli.

 

 

Sumber : https://www.merdeka.com/politik/cerita-sby-tiga-kali-tolak-ajakan-jokowi-gabung-koalisi.html

Most Popular

Recent Comments