Friday, January 28, 2022
Home Nasional Demokrat Tetap Larang Koruptor Nyaleg, Ini Alasannya

Demokrat Tetap Larang Koruptor Nyaleg, Ini Alasannya

Sebelumnya terdapat pro kontra di dalam lembaga pemerintahan soal larangan nyaleg bagi koruptor.

Semua itu akhirnya terjawab sudah dengan secara resminya Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerbitkan Peraturan KPU (PKPU) yang melarang mantan terpidana korupsi atau koruptor menjadi calon anggota legislatif di Pemilu Serentak 2019 nanti.

Partai Demokrat adalah salah satu yang menyetujui larangan tersebut. Bukan hanya untuk menjalankan keputusan KPU alasannya, tetapi karena memang partai pimpinan SBY ini memiliki pakta integritas yang harus dijalankan.

Dalam poin ke-8 pakta integritas misalnya, pakta yang diumumkan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada 2013 silam itu, menyebutkan mereka yang terlibat atau terpidana korupsi dan kejahatan berat lain, bersedia mengundurkan diri dari jajaran partai.

Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan pun mengamini hal tersebut.

“Ya, (pakta itu) tetap berlaku (sampai saat ini),” ujar Syarief, Minggu (2/7), dilansir dari Kumparan.com.

Menurut Syarif, keputusan KPU harus dihargai. Menurutnya, jika nanti ada eks narapidana korupsi yang merasa dirugikan, mereka bisa menggugat keputusan itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

PKPU soal larangan napi koruptor untuk mencalonkan diri, resmi tertuang dalam Pasal 7 ayat 14 tentang Persyaratan Bakal Calon, dalam PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD, dan DPRD. Ketua KPU Arief Budiman telah menandatangani aturan tersebut dan terbit sejak Minggu (01/7) lalu.

Selain koruptor, mantan terpidana bandar narkoba dan kejahatan seksual juga ikut dilarang nyaleg.

Sumber : Demokrat Tetap Larang Koruptor Nyaleg, Ini Alasannya
Demokrat Tetap Larang Koruptor Nyaleg, Ini Alasannya
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments