Friday, September 24, 2021
Home Nasional Laporan Khusus Dengan aplikasi ini, Go-Jek seperti dikawal polisi selama 24 jam

Dengan aplikasi ini, Go-Jek seperti dikawal polisi selama 24 jam

Untuk mengantisipasi tindak kejahatan yang menimpa pengemudi ojek berbasis aplikasi, Go-Jek, saat menjalankan aktivitasnya khususnya di malam hari, ratusan pengemudi Go-Jek di Kota Semarang dikenalkan aplikasi Panic Button.

“Kami menyadari profesi driver Go-Jek kan bisa sampai 24 jam, nggak tentu. ada yang berangkat malam pulang pagi,” ujar Koordinator Sedulur Go-Jek (KSG) Juali, Selasa (11/4) malam.

Pengenalan aplikasi tersebut dilakukan oleh Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang yang diikuti ratusan pengemudi Go-Jek dari berbagai kelompok. Ia mengakui, bahwa memang pekerjaan yang ditekuninya ini rawan akan tindak kejahatan. Sebelumnya pernah terjadi aksi penjambretan dan pembegalan yang menimpa pengemudi Go-Jek.

“Yang percobaan atau hampir dibegal juga ada. Kebetulan pengemudinya berani dan melawan. Namun, ada juga yang sudah dibegal, dijambret juga. lebih aman dengan adanya aplikasi ini,” tuturnya.

Ia menyambut baik adanya aplikasi ini, karena saat ini ada banyak perempuan yang menjadi pengemudi Go-Jek. Tingkat kerawanan perempuan terhadap bahaya kejahatan tentu lebih tinggi dibandingkan lelaki.

Sementara itu Wakil Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polrestabes Semarang, Kompol Maulud menjelaskan, aplikasi panic button ini sebenarnya sudah cukup lama ada namun belum banyak yang mengetahui.

Cara penggunaan panic button sendiri, Ia menjelaskan, saat masyarakat melihat atau menemui tindak kejahatan, cukup dengan menekan tombol yang ada di aplikasi dan langsung terhubung dengan polisi piket di Polrestabes dan Polda Jateng.

“Begitu menerima panggilan darurat dari Panic Button, petugas akan segera mengecek kebenaran informasi itu dan segera menghubungi Polsek terdekat untuk menindaklanjuti dengan mengirim personel,” jelasnya.

Nantinya, ponsel anggota polisi yang paling dekat akan berbunyi sampai dia berada di lokasi kejadian. “Aplikasi panic button ini tidak hanya untuk tindak kriminalitas, bisa juga bila terjadi kecelakaan atau bencana alam. Siapa saja bisa download untuk menggunakan aplikasi ini,” pungkasnya. (jam)

 

 

https://jateng.merdeka.com/makro/dengan-aplikasi-ini-go-jek-seperti-dikawal-polisi-selama-24-jam-1704128.html

Most Popular

Recent Comments