Monday, September 27, 2021
Home Nasional Di Segmen I Debat, Djarot: APBD Harus Diselamatkan

Di Segmen I Debat, Djarot: APBD Harus Diselamatkan

Setelah giliran dua calon gubernur, Basuki Tjahaja Purnama dan Anies Baswedan, menjelaskan pendapatnya, kini giliran Calon wakil gubernur dari pasangan nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat, untuk menyampaikan pandangannya.

Djarot ikut angkat bicara tentang strategi pasangannya untuk meredam konflik antara pihak eksekutif dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Djarot berbicara setelah Calon gubernur pasangan nomor urut tiga, Anies Baswedan, selesai menjelaskan gagasannya.

Djarot menekankan pentingnya transparansi anggaran. Menurut Djarot, sistem penganggaran yang transparan bertujuan untuk menjamin dan membangun pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.

“Kita sudah sepakati bersama bahwa sistem penganggaran kita harus transparan dengan menggunakan teknologi elektronik. Untuk apa? Untuk menjamin dan membangun pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi,” ucap Djarot.

Penuturan Djarot lebih pelan dan tenang jika dibandingkan calon gubernur pasangannya, Basuki Tjahaja Purnama yang sedikit lebih cepat dalam penuturannya.

Djarot melanjutkan, dalam kaitannya dengan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), diperlukan komunikasi antara eksekutif (Gubernur dan Wakil Gubernur) dengan pihak legislatif (DPRD). Hal itu, kata dia, dapat mencegah penyimpangan dalam alokasi anggaran.

“APBD adalah uangnya rakyat. Oleh akrena itu ketika kita berkomunikasi dengan teman-teman di legislatif, selalu kita sampaikan, “Mari”, kebiasaan-kebiasaan lama yang dulu pernah ada, dengan misalnya mengambil alokasi anggaran untuk kepentingan-kepentingan yang tidak bermanfaat untuk masyarakat harus dihentikan,” ucap Djarot.

Djarot mengingatkan bahwa hubungan baik antara eksekutif dan legislatif sangat diperlukan sebab kedua belah pihak bertanggungjawab terhadap pengelolaan APBD.

“Kita harus mempertanggungjawabkan APBD ini kepada rakyat dan kemudian mengelola APBD ini sebesar-besarnya untuk membantu rakyat, terutama warga miskin dengan menyelamatkan APBD ini kami bisa membantu lebih dari 700 anak anak mendapat Kartu Jakarta Pintar (KJP). Kemudian kami juga bisa memberikan jaminan sosial menyeluruh, memberikan berbagai macam subsidi kepada masyarakat, artinya apa? Artinya APBD harus diselamatkan. Di samping itu infrastruktur juga kita bangun dengan baik,” tutur suami Happy Farida itu.

“Perubahan sudah kita letakkan, dan sebentar lagi akan kita selesaikan dengan baik,” lanjut Djarot.

Debat kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur menuju Pilkada DKI Jakarta putaran kedua digelar di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (12/4/2017) malam. Tampil sebagai moderator debat, presenter senior Ira Koesno. Debat resmi yang diselenggarakan KPUD DKI Jakarta itu dihadiri oleh dua pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan- Sandiaga Uno.

Pada segmen pertama, kedua pasangan calon diminta menjelaskan strateginya untuk meredam konflik antara pihak eksekutif dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta untuk satu tahun anggaran.

Hal itu mengingat adanya kasus di DKI Jakarta terkait pembahasan APBD DKI Jakarta yang berbuntut tegangnya hubungan antara eksekutif (Pemerintah Provinsi DKI) dengan DPRD DKI Jakarta.

@jitunews http://jitunews.com/read/56773/di-segmen-i-debat-djarot-apbd-harus-diselamatkan#ixzz4e6Lwg4UB

Most Popular

Recent Comments