Friday, September 24, 2021
Home Dunia Dinasti politik ala Donald Trump di Gedung Putih

Dinasti politik ala Donald Trump di Gedung Putih

Berbagai posisi penting di pemerintahan Amerika Serikat, saat ini diisi oleh mereka yang dekat dengan sang presiden. Donald Trump, yang menjabat sebagai presiden Negeri Paman Sam terus melelang jabatan penting di pemerintahannya untuk orang-orang terdekatnya.

Sebagai contoh, dia membagikan jabatan untuk tim sukses kampanyenya, seperti Reince Priebus. Dia adalah Ketua Komite Nasional Partai Republik yang mendapat posisi sebagai kepala staf Gedung Putih.

Posisi ini merupakan salah satu pilihan awal yang paling penting bagi seorang presiden. Sementara itu, tugas Priebus nantinya sebagai penjaga ‘gerbang’ dan penyusun agenda kegiatan sang presiden.

Trump juga memilih Stephen Bannon, ketua tim kampanye dan mantan kepalaberita konservatif Breitbart, sebagai kepala strategi dan konselor senior untuk presiden.

Itu baru jabatan untuk orang terdekatnya. Usai menunjuk mereka, Trump kemudian memilih Jared Kushner sebagai penasihat senior Gedung Putih. Kushner merupakan suami anak sulungnya, Ivanka Trump.

Pengusaha properti dan penerbit majalah yang saat ini masih usia 36 tahun ini dinobatkan sebagai anggota termuda di Gedung Putih. Dia nantinya bekerja sama dengan Kepala Staf Gedung Putih, Reince Priebus dan Kepala Strategis, Steve Bannon.

“Jared merupakan aset berharga dan penasihat terpercaya untuk kampanye kemarin dan saya bangga memiliki dia sebagai kunci kepemimpinan saya dalam bidang administrasi,” ujar Trump kala itu.

Kini, putri pertama sang presiden itu bakal mendapat ruangan khusus di Gedung Putih. Ruang ini nantinya akan disulap menjadi kantor, sekaligus menemani sang suami menjadi penasihat senior bagi ayahnya.

Ruangan tersebut berada di Sayap Barat Gedung Putih, yang juga pusat kekuasaan eksekutif AS. Meski begitu, dia tidak akan mendapatkan gelar resmi ataupun gaji meski bekerja di sana.

Salah seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan, wanita berusia 35 tahun ini juga mendapatkan akses untuk membuka informasi rahasia. Oleh Trump, Ivanka ditugaskan sebagai “mata dan telinga” agar bisa memberikan saran luas bagi sang presiden.

Dengan mendapatkan sebuah ruangan khusus, Ivanka akan bekerja sama dengan suaminya. Keberadaan pasangan ini menimbulkan banyak pertanyaan terkait kemungkinan adanya konflik kepentingan di Gedung Putih.

Selain itu, Ivanka akan diberi akses bertemu dengan beberapa pemimpin dunia yang nantinya mengunjungi atau dikunjungi sang ayah. Pemimpin dunia yang sudah ditemuinya, seperti Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Tindakan Trump ini bertentangan dengan undang-undang federal, di mana seorang Presiden dilarang untuk mempekerjakan kerabatnya di lingkungan pemerintahan. Peraturan ini dikeluarkan setelah Presiden John F Kennedy menunjuk saudaranya sebagai Jaksa Agung. [che]

Most Popular

Recent Comments