Dirjen APTIKA bantah pembahasan PP PSTE tak libatkan publik

0
188

Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Samuel A. Pangerapan membantah penyusunan RPP perubahan PP PSTE tak melibatkan publik. Menurutnya, sejak awal revisi ini mencuat pada tahun 2016, pihaknya telah melibatkan beberapa kementerian dan pelaku usaha.

“Semuanya stakeholder kami libatkan. Semua asosiasi pernah datang dan konsultasi. Mereka ada masukan juga secara tertulis,” ungkapnya saat konferensi pers di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Rabu, kemarin (31/10).

“Kami pastikan revisi ini melibatkan pemangku kepentingan. Proses ini sudah jalan dua tahun. Sekarang ramai karena mau disahkan saja,” tambahnya.

Lebih jelas, pria yang akrab disapa Semmy ini mengatakan bahwa sejak 25 November 2016 setelah disahkannya UU ITE perubahan atau UU 19/2016 proses revisi PP PSTE telah melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Kemudian sekitar Mei 2018 pada tahapan pembahasan harmonisasi di Kementerian Kumham ada beberapa masukan dari kementerian/lembaga dan masyakarat. Selanjutnya, kata dia, menambahkan pada tanggal 22 Oktober 2018, Menkumham menyampaikan draft RPP PSTE yang telah selesai diharmonisasi.

“Pada 26 Oktober atas dasar Surat Menkumham tersebut, Menkominfo menyampaikan RPP Perubahan PSTE kepada Presiden untuk persetujuan,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI), Alex Budiyanto dalam keterangan persnya mengatakan, dari sisi penyusunan draft, ada potensi cacat administrasi karena tak transparan serta tak dilibatkannya pemain lokal dalam penyusunannya.

Diakuinya, setelah itu memang diajak ke beberapa kegiatan sosialisasi tapi esensi permintaan dari ACCI tentang penempatan data klasifikasi tinggi wajib di wilayah Indonesia tapi bisa mempunyai duplikasi di luar wilayah Indonesia itu, tidak pernah tahu diakomodasi atau tidak, padahal hal ini sudah menjadi titik temu, bisa diterima dan telah diputuskan bersama dengan para cloud service provider anggota ACCI yang terdiri dari local provider dan global provider. [faz]

 

Sumber : Merdeka.com