Monday, August 2, 2021
Home Nasional Laporan Khusus DKPP KABULKAN PENGADUAN PARTAI REPUBLIK

DKPP KABULKAN PENGADUAN PARTAI REPUBLIK

SIDANG LANJUTAN DKPP

HARMONIMEDIA – Rabu (6/6/18) bertempat di Gedung Bawaslu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengabulkan pengaduan Partai Republik terhadap 7 komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketujuh komisioner KPU tersebut yakni Arief Budiman, Hasyim Asy’ari, Ilham Saputra, Viryan, Evi Novida Ginting Manik, Pramono Ubaid Tantowi, dan Wahyu Setiawan diberikan Sanksi Peringatan oleh DKPP.

Keputusan Rapat Pleno oleh 5 anggota DKPP yang diketuai oleh Harjono, juga memerintahkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengawasi pelaksana putusan tersebut. Dalam pertimbangannya, DKPP menilai komisioner KPU tidak melaksanakan putusan Bawaslu Nomor 007/ADM/BWSL/Pemilu/X/2017 dalam melakukan verifikasi administrasi dengan melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen persyaratan pendaftaran Partai Republik secara fisik.

DKPP juga menyinggung soal langkah KPU yang tidak menerbitkan SK dan hanya menerbitkan Berita Acara Penelitian Administrasi Dokumen Persyaratan Partai Politik Calon Peserta Pemilu Nomor 79/PL.01.1-BA/03/KPU/XI/2017 yang menyebabkan Pengadu sebagai Partai Republik tidak dapat melakukan upaya hukum ke PTUN dan dinyatakan belum memenuhi syarat formil.

WASEKJEN PARTAI REPUBLIK WARSONO (KIRI) dengan KETUM PARTAI REPUBLIK SUHARNO

“ KPU telah melakukan perlakuan berbeda di antara partai politik calon peserta pemilu dengan menerapkan dua peraturan berbeda terhadap satu objek kegiatan tahapan yang sama. Tindakan KPU tersebut jelas menghambat Partai Republik melakukan upaya hukum untuk dapat menjadi peserta pemilu 2019,” ucap Warsono Wakil Sekretaris Jenderal Partai Republik.

“Keputusan DKPP itu tentunya dapat menjadi bukti baru oleh Partai Republik untuk melakukan upaya hukum lanjutan ke Mahkamah Agung terhadap KPU. Kami berharap keputusan DKPP ini dapat menjadi celah hukum agar Partai Republik dapat lolos sebagai partai peserta pemilu tahun 2019 mendatang,” tegas Warsono, Kamis (7/6) di Jakarta.

Most Popular

Recent Comments