Saturday, July 31, 2021
Home Nasional DPR Lakukan 'Second Track Diplomacy' di Negeri Arab, Imbalannya Penguatan Hubungan

DPR Lakukan ‘Second Track Diplomacy’ di Negeri Arab, Imbalannya Penguatan Hubungan

Muhibah parlemen ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Tim Pengawasan TKI, Fahri Hamzah selama tujuh hari lamanya telah menghasilkan beberapa kesepakatan, melebihi ekspektasi semula yaitu pembahasan hanya di sektor ketenagakerjaan.

Fahri menjelaskan bahwa perhatian utama kunjungan ke Arab Saudi adalah untuk memastikan kelancaran amnesti TKI, yaitu periode pengampunan bagi TKI pelanggar imigrasi untuk pulang ke Indonesia dengan biaya sendiri. Selain itu juga menyampaikan dampak langsung moratorium adalah jalur pengiriman TKI tak resmi menjadi marak.

“Ini yang harus kita jaga. Negeri-negeri seperti Arab Saudi makin serius menata sistem. RUU PPILN yang segera kita sahkan juga akan menyasar penguatan sistem mulai seleksi hingga TKI kembali ke lingkungannya.” ujar Fahri melalui siaran pers yang diterima Jitunews.com, Rabu (24/5).

Politisi PKS ini mengatakan bahwa kerja keras KJRI Jeddah yang DPR RI kunjungi patut diapresiasi di tengah berbagai kendala lapangan seperti tes DNA untuk anak TKI yang memakan waktu lama, terbatasnya personil dan kendala biaya kepulangan pesawat yang harus TKI tanggung.

“Padahal, amnesti yang dimulai sejak 2013 akan berakhir tak lama lagi, yaitu bulan Juni mendatang,” jelasnya.

Fahri melanjutkan pada saat di Uni Emirat Arab, delegasi DPR juga melakukan pertemuan kehormatan dengan pejabat parlemen yakni Wakil Ketua Parlemen Yang Mulia Marwan Ahmad dan kementrian tenaga kerja Yang Mulia DR Omar Alnuami. Diantara 21 negara yang menerapkan moratorium pekerja informal, negeri Emirat termasuk yang paling baik dalam mengelola TKI Indonesia. Shelter TKI juga sangat layak dan kondusif.

Diluar itu, delegasi berhasil membangun kesepahaman tentang perluasan hubungan yang masih terbatas antara UEA dengan Indonesia. Misalnya di bidang minyak dan energi, ada ruang pertumbuhan besar bagi kedua negara. Demikian pula di bidang aviasi, agama, sosial dan pendidikan.

“Pada pertemuan hari Sabtu (20/5) dengan pejabat KBRI di Abu Dhabi, DPR diminta mendukung penguatan hubungan dua negara. Esoknya, pertemuan menghasilkan sesuatu yang konstruktif,” tutupnya.

Fahri mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut, Parlemen UEA akan meyakinkan pemimpin negeri itu agar bisa segera menyambangi Indonesia.

“Ini perlu dilakukan, sejak kunjungan Presiden Joko Widodo tahun 2015 ke 3 negara Arab dan teluk berpengaruh, yaitu Saudi Arabia, Qatar dan Uni Emirat Arab, yang melakukan kunjungan balasan baru Raja Salman dan Emir Qatar Syeh Tamim bin Hamad Al Thani nanti pada bulan Oktober 2017,” pungkasnya.

 

 

 

Sumber : DPR Lakukan ‘Second Track Diplomacy’ di Negeri Arab, Imbalannya Penguatan Hubungan
DPR Lakukan ‘Second Track Diplomacy’ di Negeri Arab, Imbalannya Penguatan Hubungan
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments