Saturday, May 28, 2022
Home Nasional DPR Tanyakan Soal Fungsi Penyelidikan dan Penyidikan KPK

DPR Tanyakan Soal Fungsi Penyelidikan dan Penyidikan KPK

Komisi III DPR menanyakan soal fungsi penyelidikan dan penyidikan dalam kasus yang dianggap saling intervensi kepada KPK.

“Kelebihan dari KPK memang dipisah lebih detail, ada direktorat penyelidikan, direktorat penyidikan, direktorat penuntutan. Yang dikatakan rangkap, tidak rangkap,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di gedung DPR, Senin (11/9)

“Yang tidak boleh di KPK itu, seorang penyelidik tidak boleh melakukan penyidikan,” tambahnya.

Selanjutnya Komisi III DPR mempertanyakan ucapan Basaria. Menurutnya, ditemukan para penyelidik dan penyidik KPK ini saling intervensi tugas.

“Saya nggak menemukan itu di SOP KPK, fungsi lidik dan sidik digabung,” ujar anggota Komisi III, Masinton Pasaribu.

Politikus Golkar, M Misbakhun, mengetahui adanya intervensi tersebut dalam kasus OTT di BPK beberapa waktu lalu dari rekaman CCTV.

“Saya menyaksikan CCTV OTT di BPK. Saya bisa mengidentifikasi siapa penyelidik dan penyidik. Berbaur fungsi itu,” ujar Misbakhun, yang merupakan anggota Pansus Angket KPK.

Anggota Komisi III Fraksi PPP, Arsul menyebutkan bahwa undang-undang mengatur penyelidik boleh mengambil tugas penyidikan jika diminta.

“Pasal 16 KUHAP. Untuk kepentingan penyelidikan, penyelidik atas perintah penyidik boleh melakukan penangkapan kalau ada perintah penyidik. Penyidik dan penyidik pembantu berwenang melakukan penangkapan,” kata Arsul.

Namun, Arsul mengatakan diperlukan penjelasan dari KPK soal tudingan overlapping tugas penyelidik dan penyidik ini.

“Yang harus kita lihat, kalau dilakukan penyelidik, ada tidak penyidiknya?” sebut Arsul.

 

 

Sumber : DPR Tanyakan Soal Fungsi Penyelidikan dan Penyidikan KPK
DPR Tanyakan Soal Fungsi Penyelidikan dan Penyidikan KPK
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments