Dua Anak Petani Lulusan Terbaik Secata Rindam I/Bukit Barisan

0
201

TNI AD-Pematang Siantar. Pangdam I/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo resmi menutup Pendidikan Pertama Secata TNI AD gelombang II tahun pendidikan 2018.

Dua anak petani dinobatkan sebagai lulusan terbaik dalam pendidikan secata TNI AD gelombang II yang telah mengikuti pendidikan di Rindam I/BB, Pematang Siantar, Sumatera Utara, Senin (9/4/2018).

Pendidikan yang diikuti oleh 365 orang Tamtama dinyatakan lulus seluruhnya dan dilantik menjadi prajurit dua TNI AD.Tiga lulusan terbaik,yakni Prada Andri Ansyah Pohan memperoleh nilai terbaik aspek sikap perilaku, Prada Julman Setia Sahputra Waruhu berprestasi di bidang akademik dan Prada Fandi Rahmadian terbaik di bidang kesamaptaan jasmani.

Dari tiga prajurit yang dinyatakan lulus terbaik, dua di antaranya adalah anak seorang petani yakni Prada Andri Ansyah Pohan dan Prada Julman Setia Sahputra Waruhu.

Dalam kesempatan ini Pangdam I/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo memberi piagam penghargaan kepada siswa berprestasi yakni Prada Andri Ansyah Pohan, Prada Julman Setia Sahputra Waruhu dan Prada Fandi Rahmadian.

“Dari 365 prajurit yang lulus, tiga di antaranya meraih hasil dalam kategori memuaskan,”ujar Pangdam.

Kepala penerangan Kodam I/BB Kolonel Inf Edi Hartono mengatakan, kelulusan anak seorang petani yang masuk dalam kategori terbaik sebagai bukti bahwa TNI tidak pernah melihat latar belakang pekerjaan orang tua para lulusan pendidikan TNI AD.

“Inilah bukti bahwa TNI betul-betul tidak memandang asal pekerjaan orang tuanya. Intinya, siapa pun yang mampu berprestasi, itulah yang terbaik. Masyarakat yang ingin mendaftar sebagai anggota TNI tidak ditekankan kehidupan orang tuanya berasal dari mana, asalkan tidak terlibat dalam salah satu organisasi terlarang dan bukan pengguna narkoba, silakan mendaftar, baik itu dari anak petani, nelayan maupun tukang becak sekalipun,” ujar Kapendam I/BB. (Pendam I/BB)

 

 

 

Sumber : https://tniad.mil.id/2018/04/dua-anak-petani-lulusan-terbaik-secata-rindam-ibukit-barisan/

Comments

comments