Tuesday, November 30, 2021
Home DKI Jakarta Dukung Sektor Pariwisata, Kemenhub Siapkan RPP Bandara Perairan Untuk Pesawat Apung

Dukung Sektor Pariwisata, Kemenhub Siapkan RPP Bandara Perairan Untuk Pesawat Apung

Foto: Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Balitbanghub) melakukan kegiatan melakukan terbang uji rute Bali-Gili Iyang pada Pesawat apung (seaplane) Cessna Caravan Amfibi 208A dengan pilot Capt Yopi Priherda, pada Senin 26 April 2021, yang merupakan bagian dari rencana pembangunan bandar udara perairan untuk lepas landas dan mendarat pesawat apung di Gili Iyang. (DHP Badan Litbang Perhubungan).

Harmonimedia – Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan rancangan peraturan pemerintah (RPP) untuk bandara perairan. Bandara perairan diklaim akan mendukung kemajuan sektor pariwisata.

“Selain mampu membuka konektivitas antar daerah, (bandara perairan) bermanfaat dalam menunjang pengembangan daerah yang berkelanjutan, menghubungkan daerah-daerah terpencil dan perbatasan, serta mendukung pengembangan  pariwisata di Indonesia,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangannya, dikutip hari ini, Minggu (17/10).

Bandara perairan telah dikembangkan oleh negara-negara kepulauan untuk mendukung infrastruktur transportasi. Bandara perairan acap disebut sebagai water aerodrome yang menampung pendaratan maupun penerbangan pesawat apung alias sea plane.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Budi Karya, meminta agar objek pariwisata dikembangkan melalui pendekatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satunya dengan pengembangan bandara.

Adapun regulasi pengembangan bandara perairan di Indonesia masih sangat umum. Ketentuan itu mengacu pada payung regulasi penerbangan dan kebandarudaraan. Menurut Budi Karya, aturan yang ada disesuaikan dengan kebutuhan pengoperasian bandara perairan seperti yang sudah berkembang di negara lain.

“Harus ada usaha untuk mengharmonisasikan peraturan penerbangan dan pelayaran,  termasuk kerja-sama instansi kementerian/lembaga, pemerintah daerah, badan usaha, dan akademisi,” ujar Budi Karya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Umar Aris mengatakan pengembangan bandara perairan akan menggabungkan tiga sarana transportasi konvensional, yaitu darat, laut dan udara. Substansi dari aturan itu merupakan harmonisasi ketentuan-ketentuan yang ada dalam seluruh subsektor transportasi.

Sembari menyusun regulasi, Kementerian Perhubungan tengah melakukan uji coba. Uji coba pesawat apung digelar sejak April lalu. Pesawat yang diujikan kala itu adalah jenis Cessna Caravan Amfibi 208A yang sudah beroperasi di Indonesia.

“Kami juga telah melaksanakan uji operasi pendaratan dan lepas landas seaplane di sekitar Pulau Gili Iyang, Madura. Daerah ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata mancanegara karena dikenal memiliki kadar oksigen terbaik nomor dua di dunia,” ujar Umar Aris.

red

Most Popular

Recent Comments