Thursday, September 16, 2021
Home Nasional Fahri Hamzah 'Kenang' Momen di Myanmar Tahun Lalu Terkait Rohingya

Fahri Hamzah ‘Kenang’ Momen di Myanmar Tahun Lalu Terkait Rohingya

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, menceritakan pengalamannya saat memimpin sidang parlemen ASEAN (AIPA) di Nay Pyi Taw, Myanmar, pada akhir bulan September 2016. Melalui akun Twitter pribadinya, Fahri mencuitkan soal Rohingya kala itu.

Fahri mengatakan suasana kala itu tidak setegang sekarang, tetapi ia merasa bahwa perhatian Indonesia harus disampaikan. Karena Indonesia telah berkomitmen membantu transisi Myanmar menjadi negara demokrasi. Namun, setelah demokrasi, keadaan malah bertambah buruk bagi minoritas Rohingya yang beragama Islam.

“Tiba di Yangon dan langsung ke Nay Pyi Taw tanggal 29 September 2016 saya disambut ramah oleh para pejabat setempat. Saya mulai mendapat bisikan agar tidak menggunakan kata Rohingya dari para diplomat kita di sana. Itu kata sensitif katanya,” tulis Fahri Hamzah di Twitter, Minggu (3/9).

 

Pada sidang AIPA tahun lalu yang bertemakan konektivitas dan menciptakan masyarakat ASEAN yang inklusif, Fahri mengungkapkan ingin bicara tentang perhatian Indonesia terhadap isu minoritas muslim di Rakhine.

“Saya diingatkan bahwa kalau terpaksa membahas soal ini, kita pakai istilah Problem in Rakhine State,” lanjutnya.

Fahri sudah mengikuti saran para diplomat saat akan menyampaikan perhatian kepada Pemerintah Myanmar.

“Saya katakan juga bahwa Indonesia pernah mengalami problem dengan daerah, tetapi kami berusaha sendiri. Rupanya itu yang mereka ingin dengar, prinsip bahwa mereka tidak mau diintervensi,” ujarnya.

Setelah pertemuan tersebut, Fahri menyampaikan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Lalu bantuan untuk Rakhine berjalan lancar. Fahri juga menyebut ada permainan militer dan sebagian elit yang menjadi bencana kemanusiaan.

“Saya membaca gelagat militer yang kecewa kepada kepemimpinan sipil yang nampak lemah dan tidak berpengalaman. Itulah sebabnya justru pada masa junta militer perang sipil dapat dihindari. Sekarang kelompok sipil, teroris agama dan militer bersatu melakukan persekusi dan pembantaian,” tutur Fahri.

Mengatasnamakan nasionalisme sempit dan kebencian kepada muslim Rohingya, mereka melakukan kejahatan kemanusiaan. Menurut Fahri, Indonesia tidak bisa hanya diam, kejahatan pada Rohingya harus diselesaikan.

“Sebab kalau tidak, implikasinya tidak saja bagi Myanmar tetapi bagi dunia secara keseluruhan,” kata Fahri.

Fahri mengusulkan Indonesia untuk membantu dengan menerima para pengungsi Rohingya. Dirinya pernah mengusulkan meregulasi soal pencari suaka dan pengungsi, namun Pemerintah era SBY tidak menyetujuinya.

Fahri menyebut pencari suaka yang berada di rumah detensi dan kampung pengungsi belum punya dasar hukum.

“Saya pergi ke beberapa daerah pengungsi dan rumah detensi. Sikap masyarakat luar biasa. Mereka gembira menolong. Tetapi karena tak ada aturan maka susah bagi pejabat pusat untuk bergerak leluasa,” tutur Fahri.

Sumber : Fahri Hamzah ‘Kenang’ Momen di Myanmar Tahun Lalu Terkait Rohingya
Fahri Hamzah ‘Kenang’ Momen di Myanmar Tahun Lalu Terkait Rohingya
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments