Wednesday, August 4, 2021
Home Nasional Fahri: Penanganan Terorisme dan Korupsi Itu Pakai Otak, Jangan Ikuti Kemarahan

Fahri: Penanganan Terorisme dan Korupsi Itu Pakai Otak, Jangan Ikuti Kemarahan

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menyebut pemerintah yang sering meminta kewenangan tambahan dan uang APBN tambahan adalah pemerintahan gagal.

Konstitusi negara UUD 1945 adalah pagar dan payung warga negara bagi perlindungan HAM dan menjaga agar pemerintah tidak melampaui batas.

Menurutnya, semua UU yang dibuat pasca amandemen ke-4 UUD45 adalah UU yang mengandung proteksi HAM.

Fahri menyebut UU KPK No 31/2002 mengandung kemarahan saat membuatnya.

“Karena itu lihatlah hasil-nya. Kewenangan besar, uang APBN besar hasil nihil. BOHONG!” ujar Fahri seperti dikutip dari websitenya, Jumat (18/5).

“UU yang dibangun setelah dipompa kemarahan biasanya begini: marah dengan kejadian dan dramanya, lalu minta kewenangan besar yang punya konsekwensi uang besar,” lanjutnya.

Fahri kemudian menyebut sekarang ini Indonesia tengah mengalami hal yang sama karena berlandaskan kemarahan yang kemudian melahirkan UU yang menurutnya aneh.

“Bahayanya, setelah jadi UU dan aparatur negara beserta para stakeholders merasa bahwa mereka sudah mapan, mereka ingin terus minta kewenangan tambahan dan uang APBN tambahan. Mereka juga mengumumkan dan menampakkan bahwa masalah tambah banyak. Aneh!” katanya.

Demikian juga dalam kasus terorisme, menurutnya, kegagalan menangani dan mendeteksi teroris malah menjadi dasar meminta uang dan kewenangan lebih besar bukannya mengevaluasi pejabat yang berwenang.

Fahri kemudian meminta untuk membandingkan dengan cerita penanganan ikan hiu yang sering menyerang dan memangsa orang di pantai. Kejadian itu membuat publik marah dan negara mengambil kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan itu.

“Seharusnya, kalau mengikuti kemarahan rakyat, negara mengerahkan angkatan perang dan menambah armada laut untuk memburu hiu sampai habis di laut. Mereka malah melarang membunuh hiu juga melarang memancing anak hiu. Apa yang dilakukan pada binatang buas itu?”

“Binatang atau manusia kalau diperangkap dalam sistem dia akan tunduk pada sistem. Manusia membuat EARLY WARNING SYSTEM di pantai. Lalu dibuat jaring pengaman dan di pinggir pantai selama jam mandi ada pengawas yang jeli melacak sirip hiu jika mendekat. Memakai teknologi. Sejak itu tak ada lagi kejadian. Jika ada hiu mendekat, sirine berbunyi. Jika ada hiu putih yang suka mengendap di dasar laut dia kena jaring,” lanjutnya.

Dengan begitu, tidak ada lagi korban yang berjatuhan.

Sama halnya dengan korupsi dan terorism yang harus diantisipasi dengan sistem.

“Kita bisa membuat prilaku korup dan teror itu semakin lama semakin tidak terdengar. Dan jawabannya bukan uang dan kekuasaan tetapi kecerdasan,” ujarnya.

“Jadi, pemerintahan yang hebat adalah yang setiap hari melahirkan kebijakan yang segar dan cerdas dan solutif bukan yang saban hari minta uang dan kuasa tambah banyak,” tutup Fahri.

Sumber : Fahri: Penanganan Terorisme dan Korupsi Itu Pakai Otak, Jangan Ikuti Kemarahan
Fahri: Penanganan Terorisme dan Korupsi Itu Pakai Otak, Jangan Ikuti Kemarahan
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments