Gadis di Malaysia Bunuh Diri Setelah Bikin Polling di Instagram

0
14

Gadis 16 tahun di Malaysia dilaporkan bunuh diri setelah melakukan survei dalam unggahan instastory di Instagram. Dalam polling itu, dia menanyakan pengikutnya apakah dia seharusnya mati atau tidak, dan 69 persen pengikutnya memilih dia mati.

Polisi┬ádi Sarawak mengatakan, gadis yang tak disebutkan namanya itu, mengunggah survei dengan status, “Sangat penting, bantu saya memilih D/L (Hidup/Mati)”. Setelah lebih banyak pengikutnya memilih ‘mati’, dia bunuh diri.

Remaja itu melompat dari lantai tiga sebuah mal.

Kematian remaja ini mendorong seorang pengacara mengeluarkan saran agar mereka yang memilih ‘mati’ bisa bersalah karena mendorong aksi bunuh diri.

“Apakah gadis itu masih hidup hari ini jika mayoritas warganet di akun Instagramnya menghalanginya mengakhiri hidupnya? Apakah dia mengindahkan nasehat warganet di Instagramnya untuk mencari bantuan profesional seandainya mereka melakukannya?” kata seorang pengacara dan anggota parlemen di Penang, Ramkarpal Singh, dilansir dari The Guardian, Rabu (15/5).

“Apakah dorongan para warganet itu sebenarnya mempengaruhi keputusannya untuk mengakhiri hidupnya? Sejak upaya bunuh diri adalah sebuah pelanggaran di negara ini, bersekongkol dengan seseorang untuk mencoba bunuh diri bisa jadi (pelanggaran) juga,” lanjutnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman menyampaikan, tragedi ini menyoroti perlunya diskusi tingkat nasional tentang kesehatan mental di negara tersebut.

“Saya sungguh khawatir tentang keadaan kesehatan mental pemuda kita. Ini masalah nasional yang harus dianggap serius,” jelasnya.

Pada Februari, Instagram mengumumkan akan merilis ‘layar kepekaan’ untuk memblokir foto melukai diri sendiri. Kebijakan ini menyusul kematian remaja Inggris, Molly Russel, yang orang tuanya meyakini anaknya bunuh diri setelah melihat gambar bunuh diri dan melukai diri sendiri di aplikasi itu. Molly Russel bunuh diri pada 2017 lalu saat berusia 14 tahun.

“Pikiran dan doa kami bersama keluarga gadis muda ini,” kata Kepala Komunikasi Instagram, Ching Yee Wong.

“Kami memiliki tanggung jawab yang besar untuk memastikan orang yang menggunakan Instagram merasa aman dan didukung. Sebagai bagian dari upaya kami sendiri, kami mendesak semua orang untuk menggunakan alat pelaporan kami dan untuk menghubungi layanan darurat jika mereka melihat perilaku yang membahayakan keselamatan orang lain,” pungkas Wong

 

 

Sumber : Merdeka.com

Comments

comments