Gara-Gara Tumpahan Minyak Pertamina, Nelayan Muara Gembong Tidak Bisa Melaut

0
12

Ratusan nelayan di dua desa Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi tidak bisa melaut akibat tumpahan minyak milik PT Pertamina (Persero). Kondisi ini diperparah dengan banyaknya ikan yang mati akibat pencemaran itu.

“Kualitas perahu nelayan tak ada yang bisa menjangkau ke tengah laut, karena mayoritas kapalnya itu kecil,” kata Camat Muara Gembong Junaefi, Senin (12/8).

Junaefi mengatakan sebagai pengganti penghasilan, PT Pertamina (persero), pemilik sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang bocor, memberdayakan masyarakat termasuk nelayan untuk memungut minyak-minyak yang berada di bibir pantai. Jumlahnya mencapai 140 orang.

Menurut dia, masyarakat yang diberdayakan tersebut berasal dari dua desa terdampak. Desa Pantai Bakti yang memiliki Pantai Muarabungin dan Desa Pantai Bahagia yang memiliki Pantai Muarabeting. Setiap hari, ada 100 karung ukuran 50 kilogram dievakuasi dari Muara Gembong.

“Kalau dampak terhadap tanaman mangrove belum kelihatan. Tapi kalau nantinya mati, Pertamina juga harus bertanggung jawab, menanam kembali,” kata Junaefi.

Ia menambahkan, cukup banyak tanaman mangrove yang baru ditanam dalam beberapa tahun terakhir. Tanaman itu merupakan hasil dari CSR beberapa perusahaan swasta maupun pemerintah.

Sumber : Merdeka.com