Thursday, September 16, 2021
Home ENERGI UMUM Gerindra Desak KPK Usut Akusisi Maurel & Prom oleh Pertamina

Gerindra Desak KPK Usut Akusisi Maurel & Prom oleh Pertamina

Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono, mempertanyakan langkah PT Pertamina (Persero) dalam mengakusisi Maurel & Prom di sektor hulu migas. Ia menduga ada yang janggal dengan akuisisi yang dilakukan oleh Direksi Pertamina yang menjabat sebelumnya.

“Sangat jelas pembelian Maurel & Prom sangat dipaksakan dan tidak dengan studi kajian yang benar, sebab perusahaan minyak asal Perancis itu sedang mengalami kerugian yang sangat parah,” ujar Arief di Jakarta, Rabu (14/6).

Arief menjelaskan, dalam hal ini biaya utang keuangan sebesar €36 juta, yang jatuh tempo pelunasan pada awal tanggal 13 September 2016 dari saldo pinjaman sebesar USD 33,3 juta yang ditandatangani pada tanggal 23 Desember 2013 antara Maurel & Prom Drilling Services BV, Maurel & Prom, Caroil dan Crédit Suisse.

Bagian Grup atas hasil ekuitas, lanjutnya, berkontribusi sebesar €28 juta, terutama mencerminkan kerugian Perusahaan karena penghentian di terminal ekspor, yang dioperasikan oleh pihak ketiga, sejak pertengahan Februari 2016.

“Dan akibatnya Pertamina sebagai pemegang saham hanya akan membayar utang-utang Maurel & Prom saja, apalagi pengambilan saham Maurel & Prom dari Ornane yang melepas saham Maurel & Prom pada PIEP (Pertamina International EP) tanpa pakai mikir dan menggunakan obligasi pinjaman yang dikeluarkan Pertamina,” terangnya.

Selanjutnya, Arief menjelaskan soal mogok kerja yang diselenggarakan oleh ONEP (serikat pekerja minyak negara) di Gabon pada 22 Februari 2017. Meskipun sesuai dengan peraturan dan diskusi diadakan dengan perwakilan serikat pekerja, otoritas Departemen Tenaga Kerja dan manajemen Maurel & Prom Gabon menyebabkan sebuah penutupan mendadak Dari produksi dan Operasi secara bertahap baru dimulai lagi pada 24 Februari 2017 namun belum mencapai tingkat optimal.

“Dan akibatnya, produksi rata-rata pada bulan Februari adalah 21.000 bopd, dan pada kuartal pertama sekitar 24.000 bopd untuk bagian M & P.hingga kini masih belum ada kesepakatan dengan Serikat Pekerja di Gabon. Jadi ya wajar saja massa manik ‘gelagapan’ ditanya oleh DPR karena tidak paham dengan masalah yang membuat rugi,” cetusnya.

Lebih lanjut, Arief meminta pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pemeriksaan terhadap Dirut Pertamina sebelum Elia Massa.

“Segera saja KPK yang pernah mengatakan ada kasus korupsi Besar disektor migas ini untuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap Dirut Pertamina sebelum yang sekarang (Elia Massa) ini,” pungkasnya.

 

Sumber : Gerindra Desak KPK Usut Akusisi Maurel & Prom oleh Pertamina
Gerindra Desak KPK Usut Akusisi Maurel & Prom oleh Pertamina
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments