Thursday, October 21, 2021
Home Nasional Grafik Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Induk Kramat Jati Terus Menurun

Grafik Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Induk Kramat Jati Terus Menurun

Staf Usaha dan Pengembangan Pasar Induk Kramat Jati, Suminto, mengatakan bahwa kondisi harga cabai rawit merah pada bulan-bulan belakangan ini cenderung menurun.

“Kami selalu memantau kondisi harga cabai rawit merah, pada bulan-bulan belakangan ini grafik harganya cenderung menurun,” kata Suminto di Kantor Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Pasar minggu Jakarta, Senin (20/3).

Suminto mengatakan, kisaran harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati pada Minggu (19/3) kemarin berada di harga Rp 71.000/kg.

“Kondisi harga ini mengalami penurunan dari hari sebelumnya, Sabtu 18 Maret berada pada kisaran Rp 90.000/kg. Jadi, selisih harganya mencapai Rp 19.000/kg,” beber Suminto.

Suminto juga mengatakan bahwa mulai normalnya harga cabai rawit merah saat ini dikarenakan cuaca sudah berangsur membaik.

“Di daerah sentra tanaman cabai rawit cuacanya sudah mulai normal, yang mana sebelumnya hujan sepanjang minggu sehingga berdampak pada hasil panenan cabai rawit petani yang terus menurun,” tutur Suminto.

Lebih lanjut, Suminto pun berharap, dengan semakin membaiknya iklim, maka produksi cabai rawit petani juga semakin banyak.

“Jadi ketersediaan stok di pasar juga bisa stabil,” ujarnya.

Seperti diketahui, beberapa bulan sebelumnya harga cabai rawit merah menjadi momok bagi pemerintah, pasalnya kisaran harga cabai rawit merah bisa mencapai Rp 120.000 sampai Rp 130.000 di pasar.

Guna mengantisipasi terus meroketnya harga cabai rawit merah tersebut, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian pun gencar mencanangkan sejumlah program strategis mulai dari pengaturan manajemen tanam cabai di sentra-sentra produksi hingga program Gerakan Tanam Cabai (GERTAMCAB) di pekarangan rumah yang diprogramkan hingga 50 ribu bibit di seluruh Indonesia.

@jitunews http://www.jitunews.com/read/55208/grafik-harga-cabai-rawit-merah-di-pasar-induk-kramat-jati-terus-menurun#ixzz4bvomwujL

Most Popular

Recent Comments