Friday, September 24, 2021
Home Nasional Hampir Separuh Anggaran e-KTP 'Ditelen' Koruptor

Hampir Separuh Anggaran e-KTP ‘Ditelen’ Koruptor

Butuh waktu lama bagi KPK untuk menelusuri jejak dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Sampai akhirnya, sidang perdana kasus yang dinilai sangat merugikan negara itu dilaksanakan hari ini, Kamis (9/3/2017).

Persidangan dimulai dengan pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut dari KPK. Sebelumnya, diketahui bahwa dua terdakwa telah ditetapkan untuk kasus ini. Mereka adalah Sugiharto, mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Irman, mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemdagri.

Dalam hal ini, tentu saja Sugiharto dan Irman tidak beraksi sendirian.

 

Dari sekian nama yang disebutkan dalam surat dakwaan, Andi Agustinus alias Andi Narogong, pengusaha rekanan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) disebut jaksa sebagai pihak yang membagikan uang haram tersebut. Pada rentang waktu Juli-Agustus 2010 anggaran proyek pengadaan e-KTP mulai dibahas. Pada kesempatan itu, Andi disebut sering bertemu dengan Setya Novanto, Anas Urbaningrum, dan Muhammad Nazaruddin. Akhirnya, disepakati bahwa proyek e-KTP akan memakan biaya kurang lebih 5,9 triliun rupiah.

Untuk memuluskan rencana tersebut, para anggota dewan disebut meminta imbalan.

“Dengan kompensasi Andi Agustinus alias Andi Narogong akan memberikan fee kepada beberapa anggota DPR dan pejabat Kemendagri,” ujar jaksa KPK.

Dikabarkan para koruptor telah menelan sekitar 49 persen dari dana anggaran. Uang panas tersebut dibagikan kepada beberapa pihak seperti para pegawai Kemdagri, para anggota Komisi II DPR, pihak swasta, dan bahkan beberapa politisi, sedangkan 51 persen sisanya baru benar-benar digunakan untuk anggaran pengadaan proyek.

@jitunews http://www.jitunews.com/read/54572/hampir-separuh-anggaran-e-ktp-ditelen-koruptor#ixzz4atO5sHak

Most Popular

Recent Comments