Harga Gas Blok Masela Ditawar Murah, Bos SKK Migas Geram!

0
270

Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas, Amien Sunaryadi, geram harga gas Blok Masela ditawar dengan harga murah, yakni US$ 3 per MMBTu oleh tiga industri yang diajukan Kementerian Perindustrian. Padahal, harga gas pipa yang dibeli dari Teluk Bintuni Papua Barat saja US$ 5,2 per MMBTu.

Adapun, ketiga industri tersebut adalah PT Pupuk Indonesia, Elsoro Multi Prima, dan Kaltim Metanol Industri/Sojitz.

“Alokasi gas untuk pipa, siapa yang mau beli belum ditetapkan. Beberapa waktu yang lalu, beberapa yang minat, harganya US$ 3. Itu kan kelompok omong kosong. Artinya gini, kalau beli harga US$ 3 per MMBTU, ini supir taksi yang lewat-lewat ini disuruh bisnis model begitu juga bisa. Enggak perlu modal, enggak perlu kepintaran,” kata Amien, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/1).

 

Lebih lanjut, Amien pun membandingkan saat ia melakukan kunjungan ke Tiongkok. Di sana, ada perusahaan petrokimia yang berani membeli gas seharga US$ 6,2 per MMBTU.

Amien pun menduga, perusahaan yang mengusulkan harga gas Blok Masela US$ 3 per MMBTU tersebut merupakan calo, sehingga gasnya tidak dikonsumsi sendiri, tetapi dijual ke pihak lain. Ia pun menyebut, apa yang dilakukan oleh industri itu dianggap tidak menunjukkan sikap seorang pengusaha.

Ia pun lantas menegaskan, SKK Migas pun akan mencari sendiri pembelinya.

“US$ 3 itu businessman yang enggak mau kerja, maunya cari untung, kemungkinan besar jadi calo. Jadi kalau industri hanya mampu menawar US$3, SKK akan mencari pembeli sendiri,” tuntas Amien.

 

 

@jitunews http://jitunews.com/read/72830/harga-gas-blok-masela-ditawar-murah-bos-skk-migas-geram#ixzz53lC2QEgF

Comments

comments