Saturday, July 31, 2021
Home Nasional Harga Pangan Naik Jelang Puasa, Kemendag: Jangan Dianggap Normal

Harga Pangan Naik Jelang Puasa, Kemendag: Jangan Dianggap Normal

Jakarta – Pemahaman masyarakat soal harga pangan yang selalu naik jelang bulan Ramadan perlu diluruskan. Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan Muhri mengatakan, anggapan kenaikan bahan pangan jelang puasa dianggap sebagai hal yang normal perlu dibenahi.

“Ini jangan sampai kebiasaan masyarakat yang selama ini seolah-olah itu normal, kalau Puasa Lebaran harga naik normal, justru itu kita harus luruskan,” kata dia dalam acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Jumat (11/5/2018).

Baca juga: Harga Daging Sapi dan Ayam Masih Tinggi Jelang Puasa

Buktinya, kata dia, tahun lalu pemerintah bisa mengatasi lonjakan harga pangan. Hal tersebut merupakan koordinasi antar lintas instansi pemerintah.

“Kenapa, karena 2017 kita dalam satu tim Kementan, Bulog, Satgas Pangan pemerintah daerah, pemerintah pusat semua koordinasi sehingga harga-harga bahan pokok menjelang puasa 2017 itu bisa kita stabilkan,” ungkapnya.

Sebab itu, dia meyakini prestasi tersebut bisa terulang pada tahun ini. Meski, dia meyakini, tantangannya juga berbeda.

“Jadi ini rasanya pengalaman berharga yang tahun ini menjadi pelajaran, tentu tantangan beda tahun lalu,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjamin pasokan beras jelang Ramadan aman. Hal tersebut terlihat dari pasokan beras yang ada di gudang Perum Bulog maupun pasokan beras yang masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang Jakarta.

Amran menyebut, pasokan beras di Bulog lebih dari 1 juta ton saat ini. Dia mengatakan pengadaan beras yang dilakukan oleh Perum Bulog juga semakin meningkat.

“Stok Bulog sendiri lebih dari 1 juta (ton) dan sekarang pengadaan yang kemarin 17 ribu ton per hari bahkan 22 ribu ton, setelah Pak Dirut baru ini (Budi Waseso) kelihatan ada peningkatan serapan gabah. Harga dibelikan Rp 8.030 per kg, artinya itu menunjukkan bahwa kondisi stok aman,” jelasnya, di Kantor Pusat Perum Bulog Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Kemudian, pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang juga mengalami kenaikan. Normalnya, kata Amran, pasokan ke pasar tersebut 25 ribu hingga 30 ribu ton per hari. Kini, pasokannya mencapai 41 ribu ton.

“Kedua supply masuk Cipinang 41 ribu ton hari ini. Kalau standarnya adalah itu 25 ribu ton sampai 30 ribu ton, artinya beras di atas standar, sehingga kisa simpulkan aman,” ujar dia. (ara/ara)

Sumber : detiknews

Most Popular

Recent Comments