Monday, October 25, 2021
Home Nasional ICW: Tuduhan Prof Romli Sangat Serampangan dan Basi

ICW: Tuduhan Prof Romli Sangat Serampangan dan Basi

Koordinator LSM Indonesia Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo, menegaskan bahwa tuduhan pakar hukum tata negara, Profesor Romli Atmasasmita, tentang adanya dugaan aliran dana hibah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) anti korupsi itu di luar akal sehat dan sangat serampangan.

“Tuduhan Romli bahwa ICW, Pukat dan lain-lain terima dana hibah dari KPK dengan dasar hasil audit BPK sangat serampangan,” kata Adnan dalam keterangan resminya, Senin (3/7).

Seperti diketahui, Prof Romli mengungkapkan aliran dana hibah tersebut dalam akun Twitter pribadinya @rajasundawiwaha yang di-posting belum lama ini.

“Ini juga kesimpulan yang sangat menyesatkan. Mengapa? Karena data yang digunakan Romli untuk menyimpulkan hal ini adalah dokumen laporan keuangan hasil audit milik ICW sendiri yang telah dipublikasikan di www.antikorupsi.org,” ujar Adnan.

Adnan menjelaskan, KPK memang punya program yang dikerjasamakan dengan kelompok masyarakat. Hal itu dilakukan karena KPK memiliki direktorat pencegahan yang di dalamnya ada satu bagian khusus bernama pendidikan dan pelayanan masyarakat.

“Namun audit BPK itu tidak pernah menyebut lembaga masyarakat mana saja yang pernah bekerja sama dengan KPK. Sementara ICW sendiri tidak pernah punya program bersama dengan KPK. Lantas, mengapa Romli dengan gegabah menyimpulkan bahwa itu ICW, Pukat dan lain-lain? Kualitas buku semacam apa yang sedang disajikan Romli kepada publik jika metode penelitian dan kajiannya sendiri sangat tidak masuk akal?” tandas Adnan.

Terkait laporan keuangan tahun 2014, disebutkan ada penerimaan dana tidak terikat dengan nama penerimaan ‘Saweran KPK’ yang dianggap Prof Romli sebagai dana hibah dari KPK untuk ICW. Menurut Adnan, Prof Romli salah besar terkait hal itu. Justru kata dia, dana saweran KPK itu dikumpulkan untuk pembangunan gedung baru KPK.

“Sejarahnya, pada tahun 2012 KPK mengajukan usulan pembangunan gedung baru, tapi DPR kala itu menolak, maka lahirlah inisiatif dari masyarakat untuk patungan yang rekeningnya dibuka oleh ICW,” jelasnya.

Jadi, Adnan menegaskan bahwa yang masuk ke rekening ICW tersebut adalah uang masyarakat yang menyumbang untuk pembangunan gedung baru KPK.

Kemudian, terkait pernyataan Prof Romli yang menyatakan bahwa hibah dari donor asing pasti tidak ada yang gratis, Adnan mengatakan bahwa tudingan tersebut sudah basi.

“Itu tidak jauh berbeda dengan tudingan beberapa orang yang tidak merasa senang diawasi LSM seperti ICW. Mereka menyatakan, LSM penerima hibah asing tidak nasionalis dan menjadi kepanjangan tangan kepentingan asing di Indonesia,” tutup Adnan.

Seperti diketahui, pakar hukum pidana, Prof Romli Atmasasmita mengkritisi LSM Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait dana hibah yang diterimanya dari KPK melalui akun Twitternya. Prof Romli menyebutkan, total penerimaan hibah ICW berdasarkan Laporan Keuangan periode 2005-2014 dengan total Rp 91.081.327.590,02. Hibah asing sebesar Rp 58.848.536.364,73 dan dari pemerintah negara asing/lembaga di bawah PBB sebesar Rp 9.197.471.629, serta sumber penerimaan tidak terikat sebesar Rp 23.035.319.596,29.

 

Sumber : ICW: Tuduhan Prof Romli Sangat Serampangan dan Basi
ICW: Tuduhan Prof Romli Sangat Serampangan dan Basi
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments