Sunday, November 28, 2021
Home Nasional Impor Garam Bukan Solusi Atasi Kelangkaan

Impor Garam Bukan Solusi Atasi Kelangkaan

Akibat harga garam yang semakin meninggi, wacana impor garam kembali menyeruak. Para petani berharap pemerintah tidak memutuskan untuk mengimpor garam.

Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG), Muhammad Hasan menyebut melakukan impor garam bukan solusi yang tepat untuk menghadapi kelangkaan garam di pasaran saat ini.

“Semoga saja Agustus dan September iklim sudah mendukung. Makanya produksi bisa normal lagi untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ujar Hasan, Senin (24/7).

Hasan mengatakan harga garam yang melambung tinggi bisa memberi keuntungan kepada para petani.

“Selain faktor iklim, mereka kejar harga tinggi untuk menambah keuntungan. Tingginya harga juga tidak terlepas dari suplai dan permintaan,” ungkapnya.

Seharusnya ketika stok garam sudah melimpah, harga akan perlahan turun. Karena Juli ini sudah memasuki musim panen, dan diperkirakan puncak panen akan terjadi pada bulan September mendatang.

“Kami optimistis dengan penerapan geoisolator di seluruh sentra garam, produksi garam tahun ini meningkat,” katanya.

Akibat produktivitas yang masih terbilang rendah, harga bahan baku garam mnaik. Awalnya harga garam hanya sekitar Rp 500 hingga Rp 600 per kilogram, sekarang naik hingga enam kali lipat menjadi Rp 3.000 per kilogram. Sedangkan harga konsumsi juga ikut melonjak dari sekitar Rp 3.800 per kilogram tahun lalu menjadi Rp 5.000 per kilogram.

 

Sumber : Impor Garam Bukan Solusi Atasi Kelangkaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments