Incar pasar mahasiswa, APP topping off Grand Taman Melati Margonda 2

0
10

Potensi industri properti di Depok, Jawa Barat dinilai masih sangat menjanjikan. Salah satu faktornya adalah banyaknya universitas di daerah tersebut, seperti Universitas Pancasila, Universitas Gunadarma, IISIP Jakarta dan lain-lain. Dalam setiap tahunnya, daerah ini akan kedatangan sekitar 20.000 mahasiswa baru yang datang dari penjuru tanah air.

Pengamat Properti, David Cornelis mengatakan, Depok memang menggiurkan dari sisi industri property. Pesatnya pembangunan infrastruktur di kota Depok menjadi magnet bagi pengembang properti untuk membangun kawasan perumahan di kota tersebut.

“Potensi industri properti di Depok masih menjanjikan dengan banyaknya hunian dan mall, seiring pembangunan beberapa infrastruktur, salah satunya jalan tol yang akan membangkitkan kembali potensi properti Depok,” katanya di Jakarta, Senin (9/4).

David mengatakan, trend mahasiswa tinggal di apartemen juga mampu memberikan dorongan ke sektor properti. Konsep hunian vertikal bagi mahasiswa ini adalah salah satu bagian dari konsep smart city. “Trend ini memberi perspektif baru bagi pengembang untuk berkreasi dalam pembangunan properti. Trend properti residensial bagi mahasiswa akan tetap tumbuh positif karena pembangunan sekolah dan universitas baru masih gencar dilakukan.”

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPw), Ali Tranghanda menilai pembangunan properti baik hunian maupun komersial di kawasan ini sangat pesat karena daya serap pasarnya juga tinggi. Daya tarik tinggi kota Depok bagi pengembang properti karena hadirnya infrastruktur jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) dan Depok-Antasari (Desari) diprediksi mendorong pertumbuhan properti di Depok, Jawa Barat.

Hadirnya jalan tol yang saat ini tengah progress pembangunan berhasil mendongkrak nilai tanah di kawasan ini sekitar 20 persen setiap tahunnya. Kehadiran jalan tol di Depok membuat harga lahan di kawasan ini terdongkrak menjadi demikian tinggi terutama wilayah Margonda, jalan Juanda dan sekitarnya sehingga di koridor ini pembangunan harus vertikal, sedangkan untuk landed kini bergeser ke arah lebih jauh ke selatan, yakni Sawangan dan Bojonggede.

“Kalau pada era tahun 2003 proyek apartemen di koridor Margonda hanya menyasar pasar sewa mahasiswa, maka dalam beberapa tahun terakhir ini pasar properti di kawasan ini sudah mulai menyasar keluarga muda,” katanya.

Salah satu pengembang melihat potensi kawasan ini adalah PT Adhi Persada Properti. Kawasan yang dulunya sepi, dan jauh dari keramaian ibukota, kini berputar 360 derajat. Akses yang mudah untuk menjangkau Ibu Kota Jakarta melalui Commuterline, bus Transjakarta, serta hadirnya tol CinereJagorawi dan DepokAntasari menjadi nilai tambah kawasan ini.

PT Adhi Persada Properti (APP), yang merupakan anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk bahkan telah menghadirkan Brand Apartemen Taman Melati. Berbeda dengan apartemen lainnya, apartemen yang dibangun di dekat beberapa kampus terkenal ini, dibangun dengan melihat kebutuhan mahasiswa selama menempuh kuliah.

Direktur Pemasaran APP, Wahyuni Sutantri mengatakan, sektor pendidikan merupakan sektor yang tidak akan lekang oleh zaman. Pendidikan tinggi di daerah tersebut membutuhkan hunian bagi mahasiswanya. Saat ini, muncul fenomena baru di kalangan mahasiswa, di mana mereka lebih memilih tinggal di apartemen dibandingkan dengan tempat kost.

“Celah pasar inilah yang kami bidik, salah satunya adalah dengan membangun Grand Taman Melati Margonda 2, yang tepat berada di sisi Universitas Indonesia Depok. APP menginvestasikan Rp 450 miliar untuk pembangunan proyek ini,” katanya.

Grand Taman Melati Margonda 2 merupakan tower ketiga, di mana sebelumnya APP telah membangun tower 1 yaitu Apartemen Taman Melati Margonda dengan jumlah 800 unit yang telah diserahterimakan di tahun 2013, kemudian tower 2 yaitu Grand Taman Melati Margonda dengan jumlah 507 Unit yang telah diserahterimakan pada tahun 2015.

Project Director Grand Taman Melati Margonda 2, Elvira Wigati mengatakan, tower ke 3 yang dikenal dengan Grand Taman Melati Margoda 2, mulai dibangun bulan November 2016, dan dalam waktu 1 tahun akan dilakukan melakukan topping off.

“Pekerjaan konstruksi ini telah sesuai dengan jadwal pembangunan yang ada, di mana setelah topping off ini, kami bisa melakukan serah terima unit pada Desember 2018.”

Dibangun di lahan seluas 3.705 m2, Grand Taman Melati Margonda 2 memiliki total unit sebanyak 939, yang terbagi dalam 23 lantai. Type unit yang disediakan terdiri dari type studio A dengan luas 24,30 M2 Semigross sebanyak 372 Unit, type studio B dengan luas 27,75 M2 semigross sebanyak 380 Unit, type 1 Bedroom dengan luas 36,45 m2 Semigross sebanyak 114 unit, type studio corner dengan luas 25,80 m2 semigross sebanyak 54 Unit, serta type 2 bedroom dengan luas 56,35 M2 semigross sebanyak 19 unit.

“Grand Taman Melati Margonda 2 dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mahasiswa, misalnya student centre, swimming pool, dan fasilitas lain. Selain itu, di apartemen yang terkoneksi dengan 2 tower sebelumnya ini, juga dilengkapi dengan fasilitas komersial lainnya, seperti mini market, laundry, serta fasilitas komersial lainnya.”

Selain membangun di Depok, PT Adhi Persada Properti juga membangun apartemen sejenis, di antaranya Taman Melati Surabaya MERR di dekat Kampus ITS, Taman Melati Sinduadi di dekat Kampus UGM Yogyakarta, Taman Melati Jatinangor didekat kampus Universitas Padjadjaran Sumedang, dan Taman Melati Dinoyo di dekat Universitas Brawijaya Malang.

VP of Sales APP, Happy Murdianto mengatakan, dengan harga jual mulai Rp 643 juta, saat ini Grand Taman Melati Margonda 2 telah terjual 80 persen. Dari sisi harga, sejak di launching pada bulan April tahun 2016 hingga saat ini, kenaikan harga mencapai 50 persne. “Kami optimis, dari sisa unit yang ada akan sold out pada akhir tahun ini.” [idr]

 

 

Sumber : Merdeka.com

Comments

comments