Saturday, July 31, 2021
Home MINYAK & GAS Indonesia Diminta Bergabung Kembali ke OPEC

Indonesia Diminta Bergabung Kembali ke OPEC

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membekukan sementara keanggotaannya di OPEC. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Jonan dalam sidang ke-171 OPEC di Wina, Austria, Rabu, 30 November 2016 lalu. Langkah ini diambil pemerintah menyusul keputusan sidang OPEC yang memotong produksi minyak mentah di luar kondensat sebesar 1,2 juta barel per hari.

Selain itu, Sidang OPEC juga meminta Indonesia untuk memotong sekitar 5 persen dari produksinya, atau sekitar 37 ribu barel per hari. Padahal, kebutuhan penerimaan negara masih besar. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2017 disepakati produksi minyak di 2017 turun sebesar 5 ribu barel dibandingkan 2016.

Seperti yang disampaikan Menteri Energi Arab Saudi dan Menteri Energi Persatuan Emirat Arab (PEA) beberapa waktu lalu, negara-negara anggota yang tergabung dalam Organisasi Pengekspor Minyak Bumi (OPEC), meminta Indonesia untuk bergabung kembali dalam forum tersebut.

Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Sujatmiko, mengatakan bahwa pihak Kementerian ESDM telah mengirimkan surat kepada Sekretariat OPEC atas reaktivasi hal tersebut.

Dalam hal ini, Menteri Energi Saudi Arabia dan Menteri Energi PEA menyampaikan permintaan kepada Ignasius Jonan agar Indonesia mereaktivasi keanggotaannya di OPEC, dengan syarat bahwa Indonesia akan reaktivasi jika tidak ada pemotongan produksi harian, mengingat produksi harian Indonesia sudah menurun.

“Surat tertanggal 24 Mei 2017 tersebut telah dikirimkan ke OPEC, dengan syarat bahwa produksi minyak mentah Indonesia tidak dipotong, sebagaimana negara-negara OPEC lainnya,” ujarnya, Selasa (6/6).

Secara organisasi, lanjut Sujatmiko, keberadaan Indonesia dalam keanggotaan OPEC memiliki sejarah yang panjang. Jika permintaan aktifnya kembali Indonesia di OPEC membawa kebaikan, maka hubungan baik dan kedekatan dengan negara-negara produsen minyak juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Indonesia.

“Apakah secara bilateral dengan negara pengekspor atau multilateral dengan OPEC, diharapkan Indonesia mendapatkan manfaat seperti peluang investasi hulu migas dan harga khusus (kesepakatan langsung) untuk pembelian minyak bumi dari negara-negara Anggota OPEC. Lazimnya, hubungan bilateral atau multilateral yang telah terjalin akan memudahkan setiap proses,” lanjutnya.

Mengenai komitmen pemotongan produksi harian minyak bumi bagi negara-negara yang bergabung di OPEC, Sujatmiko menegaskan bahwa proses reaktivasi ini merupakan permintaan dari Arab Saudi maupun PEA.

“Kembali saya sampaikan bahwa Indonesia diminta oleh Arab Saudi dan PEA untuk reaktivasi keanggotaan di OPEC. Menteri ESDM, dalam surat yang dikirimkan ke OPEC, menyatakan reaktivasi akan dilakukan dengan syarat, yaitu tanpa memotong produksi harian minyak bumi Indonesia,” tegasnya.

 

Sumber : Indonesia Diminta Bergabung Kembali ke OPEC  
Indonesia Diminta Bergabung Kembali ke OPEC  
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments