Indonesia Terburuk, Capai Angka Covid Tertinggi Di Asean

0
132

Jakarta, Harmoni Media — Angka warga yang terdeteksi positif virus Corona atau Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Indonesia adalah negara terburuk di antara 11 negara anggota ASEAN. Dalam sepekan terakhir, angka positif Covid-19 di Indonesia naik 24,15 persen. Grafik menunjukkan ketika negara anggota ASEAN lainnya menurun, angka positif Covid-19 di Indonesia justru terus meningkat.

Kondisi ini menunjukkan perjuangan Indonesia untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 masih panjang. Harapan masyarakat dan pelaku bisnis agar pembatasan sosial berkala besar (PSBB) di DKI Jakarta dan sejumlah wilayah segera diakhiri, masih harus menunggu pembuktian dua-tiga pekan ke depan.

Setelah mencapai rekor tertinggi pada Rabu (20/5) hingga Kamis (21/5), pukul 12.00 WIB, angka penduduk Indonesia yang terdeteksi positif Covid-19 hingga saat ini masih tetap tinggi, yakni 634 kasus baru pada Kamis-Jumat, dan kembali melonjak 949 kasus pada Jumat-Sabtu. Kondisi ini memprihatinkan karena terjadi saat negara-negara tetangganya mulai menunjukkan tren penurunan jumlah kasus baru harian Covid-19.

Grafik di bawah ini menunjukkan rata-rata bergerak tujuh hari jumlah kasus baru di Asia Tenggara sejak akhir tahun lalu. Rata-rata bergerak digunakan di sini untuk menghilangkan fluktuasi dalam statistik jumlah kasus harian yang sangat ekstrem dan menonjolkan tren pertumbuhan kasus Covid-19 di negara-negara anggota ASEAN.

Jumlah kasus baru harian di Indonesia saat ini sudah melampaui Singapura, yang saat ini masih memegang rekor kasus terbanyak di Asia Tenggara dengan 30.426 kasus. Sejak 12 Mei 2020, jumlah kasus baru harian tidak pernah kurang dari 400. Pada Sabtu (23/5), Indonesia melaporkan 949 kasus baru, sedangkan secara rata-rata bergerak tujuh hari, jumlah kasus baru di Indonesia berkisar pada angka 600-an.

Singapura, walaupun jumlah kasus hariannya masih tinggi, terlihat jelas pada grafik menunjukkan skenario terburuknya sudah lewat.

Dari data rata-rata bergerak tujuh hari, hanya Indonesia dan Filipina yang belum berhasil menunjukkan bahwa puncak pandemi sudah terlewati. Filipina, yang pertumbuhan jumlah kasus hariannya pada Maret lalu jauh melampaui Indonesia menunjukkan tren mendatar seminggu terakhir. Hal ini bisa berarti bahwa pertumbuhan jumlah kasus di negara tersebut sudah melambat.

Namun, Filipina belum sebaik Malaysia ataupun Thailand. Kedua negeri jiran tersebut sepertinya sudah melewati puncak kasus Covid-19 pada awal April dan berhasil menurunkan jumlah kasus hariannya menjadi 34 per hari jika dihitung secara rata-rata mingguan dibandingkan saat kondisi puncak yang mencapai 173 kasus.

Thailand hanya melaporkan sekitar dua atau tiga kasus per hari saat ini, padahal saat puncak, Negeri Gajah Putih itu bisa melaporkan lebih dari 150 kasus dalam satu hari. Thailand bahkan sejak 3 Mei 2020 memperbolehkan restoran-restoran untuk dibuka kembali.

Myanmar juga hanya melaporkan dua atau tiga kasus secara rata-rata setiap hari.

Jumlah kasus baru di Vietnam sekarang hanya bertambah satu atau dua kasus dan negara tersebut mulai membuka restriksi ekonominya. WHO pun memuji langkah negeri bersistem satu partai tersebut yang secara berani menutup ekonominya, membatasi pergerakan orang, dan melakukan tes dan karantina besar-besaran saat kasus Covid-19 baru muncul di negara tersebut.(Red)