Wednesday, July 28, 2021
Home Dunia Ini alasan kenapa Singapura dipilih jadi lokasi pertemuan Trump-Kim Jong Un

Ini alasan kenapa Singapura dipilih jadi lokasi pertemuan Trump-Kim Jong Un

Banyak pihak bertanya mengapa akhirnya Singapura dipilih sebagai lokasi pertemuan antara Presiden Amerika Serikat dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan Juni.

Dikutip dari USA Today, Jumat (11/5), baik pihak Presiden Trump dan Kim Jong Un sama-sama menilai bahwa Singapura merupakan negara netral dan memiliki hukum serta ketertiban yang tinggi.

Melalui akun Twitternya, Trump mengumumkan bahwa pertemuan itu akan diadakan 12 Juni di salah satu negara dengan pulau kecil di Asia Tenggara.

Menurut Presiden Institute for Science and International Security, yang melacak masalah kontrol senjata, avid Albright, keputusan yang diambil kedua pemimpin sangat bijaksana. “Mereka bisa mengendalikan pers. Mereka dapat dipercaya tentang keamanan,” ujarnya.

Ia meyakini bahwa Amerika Serikat menginginkan lebih banyak kendali atas gambar yang akan beredar usai pertemuan tersebut. “Bisakah Anda bayangkan jika Trump berjalan melintasi perbatasan sambil berpegangan tangan dengan pria ini,” kata Albright.

Singapura menawarkan lingkungan yang lebih terkendali.

Hal yang sama juga diungkapkan Analis Pengendalian Senjata di Brookings Institution, Robert Einhorn,”Singapura adalah tempat yang sangat disiplin,” ujar mantan pejabat Departemen Luar Negeri yang bernegosiasi dengan Korea Utara pada 1990-an. “Anda dapat mengandalkan pihak berwenang di sana untuk memastikan situasi”.

Singapura memiliki pembatasan pers dan menduduki peringkat 151 dari 180 negara untuk kebebasan pers, menurut data yang dikeluarkan Reporters Without Borders. Pemerintah menempatkan tekanan pada wartawan melalui tuntutan hukum fitnah dan cara lain.

Di sisi lain, Korea Utara memiliki kedutaan di Singapura dan pernah mengadakan pertemuan di sana.”Ini adalah tempat di mana para diplomat Korea Utara merasa nyaman,” kata Einhorn.

Ini akan jadi perjalanan langka ke luar negeri bagi Kim Jong Un, yang jarang meninggalkan negara itu sejak mengambil alih kekuasaan pada 2011. [frh]

Most Popular

Recent Comments