Friday, January 28, 2022
Home Jitu News Ini Penjelasan Mentan Terkait Langkah Subsidi Beras

Ini Penjelasan Mentan Terkait Langkah Subsidi Beras

Menteri Pertanian(Mentan) Amran Sulaiman mengatakan bahwa ada dua jenis subsidi terkait beras, yaitu subsidi input dan subsidi output.

“Subsidi output berupa subsidi harga beras atau biasa disebut beras sejahtera (Rastra) untuk rumahtangga sasaran (pra sejahtera) yang besarannya sekitar Rp 19,8 triliun yang pendistribusiannya satu pintu melalui Bulog,” demikian kata Mentan Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (25/7).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa untuk Subsidi input terkait beras, hal ini berupa subsidi benih sekitar Rp 1,3 triliun dan subsidi pupuk Rp 31,2 triliun.

“Selain subsidi input, pemerintah juga memberikan bantuan pupuk, benih, pestisida, asuransi pertanian, alat mesin pertanian dan jaringan irigasi kepada petani yang besarnya puluhan triliun rupiah,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa beras yang ditemukan di Bekasi berasal dari gabah Varietas Unggul Baru (VUB), diantara varietas IR 64 yang turunannya antara lain Ciherang, Mekongga, Situ Bagendit, Cigeulis, Impari, Ciliwung dan Cibogo. Total VUB yang digunakan petani sekitar 90 persen dari luas panen padi 15,2 juta hektar setahun.

Pasalnya kesukaan petani terhadap varietas ini sangat tinggi, sehingga setiap akan mengganti varietas baru selalu diistilahkan dengan “IR 64” baru. Akibatnya seringkali diistilahkan varietas unggul baru itu adalah sejenis IR. Apapun varietasnya, petani umumnya menyebutnya benih jenis IR.

Menurutnya hampir seluruh beras kelas medium dan premium itu berasal dari gabah Varietas Unggul Baru (VUB) yang diproduksi dan dijual petani kisaran Rp 3.500-Rp 4.700 per kg gabah.

“Gabah diolah atau digiling menjadi beras di petani berkisar Rp 6.800-7.000 per kg dan petani menjual beras berkisar Rp 7.000 per kg dan penggilingan atau pedagang kecil menjual Rp. 7.300 per kg ke BULOG (HPP Beras),” ujarnya.

Terkait dengan perusahaan yang diperkirakan membeli gabah atau beras jenis varietas VUB dari petani, penggilingan, pedagang, selanjutnya dengan diolah menjadi beras premium dan dijual dalam kemasan 5 kg atau 10 kg ke konsumen harga Rp 23.000-Rp26.000 per kg. Diperhitungkan terdapat disparitas harga beras premium antara harga di tingkat petani dan konsumen berkisar 300 persen.

Berdasarkan temuan di beberapa super market harga beras, cap Ayam Jago jenis pulen wangi super dan pulen wangi Giant Cilandak, Jakarta Selatan masing-masing Rp 25.380 per kg dan Rp 21.678 per kg. Supermarket Kemayoran, Jakarta Utara Rp 23.180 per kg. Kemudian di Malang Town Square, ayam jago beras pulen wangi super mencapai Rp 26.305 per kg.

Sementara dijumpai perusahaan lain membeli gabah ke petani dengan harga yang relatif sama, diproses menjadi beras medium dan dijual harga normal medium rerata Rp 10.519 per kg beras. Diperkirakan disparitas harga beras medium ini di tingkat petani dan konsumen Rp3.219 per kg atau 44 persen.

 

Sumber : Ini Penjelasan Mentan Terkait Langkah Subsidi Beras
Ini Penjelasan Mentan Terkait Langkah Subsidi Beras
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments