Tuesday, October 26, 2021
Home Nasional Ini Senjata Pamungkas Ahok-Djarot Tangani Masalah Kesehatan Warga Jakarta

Ini Senjata Pamungkas Ahok-Djarot Tangani Masalah Kesehatan Warga Jakarta

Salah satu tema yang menjadi materi adu gagasan dalam Debat Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rabu (12/4/2017) adalah kesehatan masyarakat.

Calon Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat dari pasangan nomor urut dua menjelaskan, selama menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat telah menjalankan program “Ketuk Pintu Layani dengan Hati”. Salah satu langkah konkrit program itu adalah memaksimalkan peran puskesmas di Jakarta.

“Program yang sudah kita kerjakan adalah Ketuk Pintu, Layani dengan Hati”. Puskesmas sebagai garis terdepan layanan kesehatan, harus menekankan kepada aspek preventif dan promotif,” terang Djarot.

Melalui program itu, kata Djarot, petugas-petugas kesehatan ditugaskan untuk datang ke rumah warga untuk melakukan pendeteksian masalah kesehatan di tingkat masyarakat.

“Setiap saat, para petugas-petugas kesehatan datang ke rumah-rumah warga untuk mengecek kesehatannya. Apakah ada penyakit TBC, apakah ada penyakit diare, dan sebagainya,” kata Djarot.

“Satu, Ketuk Pintu, Layani dengan Hati. Dengan hati betul betul,” cetus Djarot menambahkan.

Program kedua yang dilakukan Djarot adalah program bedah rumah. Tujuannya untuk membangun sanitasi yang baik.

“Yang kedua, adalah dengan membangun sanitasi yang baik melalui program bedah rumah. Bedah rumah kita sekaligus sanitasi yang baik,” papar Djarot.

Program ketiga pasangan petahana itu adalah pengefektifan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Dasawisma.

Sebagaimana diketahui, program PKK dan Dasawisma merupakan program baku pemerintah yang biasanya dikoordinasikan oleh ibu-ibu.

“Yang nomor tiga yang kita lakukan adalah dengan mengefektifkan PKK dan Dasawisma, untuk memberikan penyuluhan penerangan kepada masyarakat2 yang rentan terhadap penyakit-penyakit menular,” imbuhnya.

Melalui kegiatan itu, kata Djarot, pemerintah dapat memiliki data yang valid tentang kondisi keluarga-keluarga yang mengidap penyakit tertentu.

“Kegiatan ini sudah kita lakukan dan sekarang kami mempunyai data yang valid tentang keluarga2-keluarga yang seperti itu. Dengan cara-cara seperti itu memudahkan kemi untuk melayani warga apabila terkena penyakit ataupun meningkatkan kualitas derajat kesehatan mereka. Ini kita lakukan terus menerus,” terang Djarot.

Program keempat, lanjut Djarot adalah pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) & Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

“Dengan membangun RPTRA, ruang terbuka ramah anak di masing-masing wilayah, setiap RW nanti akan kita bangun RPTRA terutama yang padat penduduknya,” kata Djarot.

Sebagaimana diketahui, Pembangunan RPTRA tidak menggunakan APBD, melainkan murni dari dana CSR. Setiap RPTRA dilengkapi fasilitas seperti ruang laktasi, ruang baca, fasilitas olahraga, toilet umum, toilet difabel dan CCTV.

Catatan Jitunews, di Jakarta, telah terdapat 188 buah RPTRA. 70 diantaranya telah diresmikan.

Debat kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur menuju Pilkada DKI Jakarta putaran kedua digelar di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (12/4/2017) malam. Tampil sebagai moderator debat, presenter senior Ira Koesno. Debat resmi yang diselenggarakan KPUD DKI Jakarta itu dihadiri oleh dua pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan- Sandiaga Uno. Hadir pula sejumlah perwakilan partai pengusung serta tim sukses masing-masing pasangan calon.

@jitunews http://jitunews.com/read/56778/ini-senjata-pamungkas-ahok-djarot-tangani-masalah-kesehatan-warga-jakarta#ixzz4e6LaPDeP

Most Popular

Recent Comments