Friday, September 24, 2021
Home Nasional Ini yang Dilakukan Presiden François Hollande ketika Mengunjungi KKP

Ini yang Dilakukan Presiden François Hollande ketika Mengunjungi KKP

Presiden Perancis François Hollande melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 28-29 Maret 2017. Hollande mengunjungi kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait penandatanganan Letter of Intent (LoI) kerja sama kelautan dan perikanan RI-Perancis, Rabu (29/3/2017).

Lingkup kerja sama meliputi pencegahan, penghalangan dan penghapusan Penangkapan Ikan yang Tidak Sah, Tidak Dilaporkan dan Tidak Diatur (IUU Fishing), termasuk mengeksplorasi inisiatif-inisiatif yang memungkinkan untuk penanganan kejahatan terorganisir lintas negara di bidang perikanan.

Dalam kunjungannya ke kantor KKP tersebut, Hollande bersama rombongan disambut Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Mereka kemudian menuju Pusat Pengendalian (Command Center) KKP, guna melihat pengoperasian Command Center KKP dan mendengarkan presentasi mengenai INDESO (Infrastructure Development for Space Oceanography).

 

Acara dilanjutkan dengan dialog maritim di Auditorium Tuna, yang dihadiri delegasi presiden Perancis dan pejabat/perwakilan dari Kedubes Perancis; pengusaha Perancis; KKP; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG); Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM); Kementerian Perhubungan; Kementerian Luar Negeri; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI); Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN); Association Logistic Indonesia (ASLI); Kemristekdikti; Satgas 115; BPPT; Bappenas.

Pada dialog maritim tersebut disampaikan tiga presentasi bertema ‘Sustainable Fisheries and Development‘ oleh Dirjen PDSPKP KKP dan Director of the French Embassy Trade Commission; ‘Transport & Infrastructures’ oleh Chairman of the Association Logistic Indonesia (ASLI) dan Country Director of AFD Indonesia; dan ‘New Technologies and Experiences Sharing‘ oleh Kepala BMKG dan French Economic Counsellor of the French Embassy.

Hollande mengatakan masalah maritim yang paling penting disoroti di dunia adalah di bidang perikanan. Untuk itu diperlukan kerjasama antarnegara dalam pengelolaannya.

“Kita sudah ambil inisiatif berjuang bersama Indonesia, kalau ada masalah kita harus melakukan berbagai strategi. Laut merupakan target investasi di negara manapun, untuk itu diperlukan kerja sama yang diperkuat agar dapat potensi laut dimanfaatkan secara maksimal,” demikian kata Presiden Hollande dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Kamis (30/3).

Hollande juga mengapresiasi sambutan jajaran KKP dalam menerima kunjungannya. Ia menyebut, ini merupakan kunjungan bersejarah dalam 34 tahun terakhir. Ia menilai, dalam kunjungannya kali ini, dapat menandatangani sejumlah kerjasama dengan Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai negara mitra, terutama di sektor kelautan dan perikanan.

“Kunjungan ini sangat bersejarah. Untuk itu kerja sama maritim antara kedua negara harus terwujud. Kami harus tunjukan bahwa ini juga mewakili dunia untuk melindungi lautan. Saya ucapkan terima kasih untuk semua mitra-mitra yang sudah bangun ini,” katanya.

Terakhir, rombongan mengunjungi Galeri Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) yang baru saja diresmikan Senin (13/3) lalu. Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan lima naskah kerja sama RI-Perancis, yakni Letter of Intent (LoI) antara KKP dan Kementerian Lingkungan Hidup, Energi dan Laut Republik Perancis. Empat lainnya adalah Technical Agreement antara SABELLA (Industri Energi Kelautan Perancis) dan Balitbang ESDM untuk Pilot TIDAL Project; Cooperation Agreement antara Kota Kendari dan Kota La Rochelle (Perancis) terkait Coastal and Maritime Exchanges; Cooperation Agreement antara DCNS (Perancis) dan PT PAL; dan MoU antara Louis-Dreyfus Armateurs (Perancis) dan Sinar Mas (Indonesia).

@jitunews http://www.jitunews.com/read/55903/ini-yang-dilakukan-presiden-francois-hollande-ketika-mengunjungi-kkp#ixzz4cmbL4AWX

Most Popular

Recent Comments